Bank Indonesia menaikkan BI Rate untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah gejolak ekonomi global, meski upaya itu memiliki biaya.
Kenaikan BI Rate 100 basis poin mulai berdampak pada stabilisasi Rupiah dan inflasi, namun juga berpotensi meningkatkan biaya dana dan bunga kredit perbankan.
Bank Indonesia luncurkan konektivitas QRIS dengan Tiongkok, babak baru ekspansi pembayaran digital untuk pacu pertumbuhan ekonomi dan keuangan bilateral.
Rupiah menunjukkan perbaikan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas, didukung respons positif investor dan masuknya dana asing.
Dengan disahkannya UU P2SK, Bank Indonesia kini memiliki mandat tambahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.
Peningkatan permintaan masyarakat pada periode hari besar keagamaan Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak menjadi faktor utama yang mendorong perbaikan penjualan eceran pada Mei 2026.
Angka cadangan devisa tersebut merupakan yang terendah sejak Desember 2024 ketika cadangan devisa mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 155,72 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan uang primer dipengaruhi oleh peningkatan giro bank umum di BI, serta pertumbuhan uang kartal di masyarakat.
Artikel menganalisis tekanan di pasar valas Indonesia melalui pelemahan rupiah, penurunan IHSG, dan cadangan devisa, serta mengukur seberapa dekat kondisi ini dengan krisis.
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 50 bps menjadi 5,25% demi menjaga Rupiah. Ekonom menilai langkah ini tepat untuk memperkuat stabilitas dan kepercayaan pasar.