Penurunan indeks Nikkei 225 terjadi setelah rilis data revisi PDB Jepang pada kuartal keempat 2024 mencatat pertumbuhan 2,2%, di bawah ekspektasi pasar.
Indeks Kospi sejak awal tahun ini hingga 23 Desember lalu mencatat penurunan sebesar 8,03% dan menjadi bursa berkinerja terburuk di Asia Pasifik tahun ini.
Pasar saham dunia memasuki periode ketidakpastian yang menegangkan karena investor mencoba memprediksi apakah pemotongan suku bunga AS yang akan datang akan berjalan dengan jinak atau agresif.