Harga minyak acuan dunia Brent mencapai US$ 108 per barel. Hal ini terjadi setelah pertempuran antara kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan pasukan yang didukung Arab Saudi semakin intensif.
Purbaya menyatakan, anggaran yang dimiliki untuk subsidi masih mencukupi dan masih dalam perhitungan pemerintah meski harga minyak kini menyentuh US$ 101 per barel.
Harga minyak acuan dunia, Brent bertengger di US$ 101 per barel usai Iran menyatakan siap menghadapi perang yang lebih intensif. Pernyataan tersebut disampaikan setelah perang AS-Iran kembali pecah
Harga minyak dunia melonjak mendekati US$ 100 per barel setelah serangan AS ke kapal tanker Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Harga Minyak mencapai US$ 97 per barel di tengah proses kesepakatan pengaturan Selat Hormuz antara Iran dan Oman, jalur vital untuk seperlima pasokan minyak global.
Harga Minyak dunia naik menyusul serangan AS ke kapal tanker Iran dan pengumuman zona terbatas baru di Selat Hormuz, yang memperdalam kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Harga minyak Brent naik 0,3% menjadi US$ 95,76 per barel pada pukul 09.04 waktu Singapura. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,4% menjadi US$ 91,65 per barel.
Harga minyak naik dalam tiga sesi berturut-turut setelah eskalasi perang antara AS dan Iran di Timur Tengah. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran gangguan lebih lama terhadap arus energi
Harga Minyak dunia naik menyusul eskalasi konflik AS dan Iran di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global dalam jangka panjang.