Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Oktober 2025 mencapai US$ 63,12 per barel.
Harga minyak dunia naik seiring dengan kemajuan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang menguatkan outlook atau perkiraan permintaan energi dan mengangkat aset berisiko.
Harga minyak global naik 3% setelah AS memberikan sanksi tambahan pada dua perusahan minyak utama Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang memperburuk ketegangan geopolitik.
Volatilitas pasar keuangan global juga masih menjadi momok. Dengan proyeksi volatilitas tinggi pada aliran modal asing, kita harus siap menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Rata-rata Minyak Mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) Juli 2025 pada angka US$ 68,59 per barel.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Rata-Rata Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) Juni 2025 pada level US$ 69,33 per barel.
Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan harga minyak tidak akan tembus US$ 100 per barel hingga semester II 2025, dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah.
Produksi minyak mentah Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi baru pada April 2025, dengan total produksi harian mencapai 13,47 juta barel, meningkat dari bulan sebelumnya.
Harga minyak turun 1% karena meredanya risiko geopolitik di Timur Tengah dan prospek kenaikan produksi OPEC+ pada Agustus meningkatkan prospek pasokan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah khawatir melihat tren harga minyak dunia fluktuatif saat peran Iran-Israel yang terjadi sejak Jumat (13/6).
Harga minyak acuan dunia anjlok ke titik terendah dalam seminggu pada awal perdagangan Selasa (24/6). Harga minyak Brent berjangka untuk kontrak Agustus 2025 turun sekitar -7% ke level 71,48 dolar AS.
Konflik Iran-Israel menyebabkan harga minyak mendekati US$ 80 per barel, berpotensi menyentuh US$ 80-83 awal Juli 2025, mempengaruhi biaya impor dan inflasi di Indonesia.
Harga minyak melonjak pada Senin (23/6) ke level tertinggi sejak Januari setelah Amerika Serikat melamncarkan serangan pada tiga fasilitas nuklir Iran di akhir pekan.