Sebelas proyek strategis Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah beroperasi dalam kurun 2019-2024. Proyek-proyek ini menjadi tonggak penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Proyek pengembangan Kilang Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak menjadi 1,15 juta barel per hari dengan nilai investasi US$ 7,4 miliar.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan Indonesia akan bisa memproduksi BBM dengan standar Euro 5 mulai akhir 2025 setelah proyek RDMP Kilang Balikpapan rampung.
Kilang Pertamina Internasional menargetkan proyek RDMP Kilang Balikpapan mencapai 96% pada akhir tahun ini. Saat ini kilang menghadapi kendala terkait joint operation dengan kontraktor.
Pertamina akan memasok BBM rendah sulfur dari tiga kilang terbesarnya, yakni kilang Balongan, kilang Cilacap, dan kilang Balikpapan. Namun nantinya seluruh kilang akan memproduksi BBM tersebut.
Kilang Pertamina Internasional melakukan proyek Turn Arround Revamp atau perawatan kilang secara berkala di Kilang Balikpapan. Ini dilakukan untuk menaikkan kapasitas produksi.
Pembiayaan proyek atau project financing rencana induk pengembangan (RDMP) Kilang Balikpapan memperoleh penghargaan "Asia Pasific - Petchem Deal of The Year".
Pertamina mengatakan bahwa Kilang Balikpapan akan bisa memproduksi BBM berstandar EURO 5 ketika proyek Refinery Development Masterplan (RDMP) kilang telah rampung.
Dengan terus mengembangkan kilang-kilangnya, Pertamina berupaya aktif untuk berkontribusi terhadap ketahanan energi dan mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.
Smooth Fluid adalah salah satu produk Petrokimia yang diproduksi oleh kilang-kilang Pertamina yakni Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai, dan Refinery Unit IV Cilacap, & Refinery Unit V Balikpapan.
PT Pertamina (Persero) berencana memindahkan kantor pusat dari kawasan Gambir Jakarta ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Apa yang menjadi pertimbangan pemindahan kantor pusat Pertamina?