Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan daftar terbaru saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45, indeks bergengsi yang merepresentasikan 45 saham paling likuid di bursa. Apa saja sahamnya?
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah ulang daftar saham yang masuk dalam kategori indeks bergengsi di bursa, yakni LQ45. Periode efektif konstituen ini berlaku 1 Agustus 2025 hingga 31 Oktober 2025
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang konstituen saham penghuni Indeks LQ45 Low Carbon Leaders atau IDXLQ45LCL. Periode efektif konstituen tersebut tertanggal hari ini, Rabu (5/2) hingga 4 Agustus
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan lewat SSF, investor berpeluang meraup keuntungan yang sama dari saham perusahaan terbesar dan paling likuid dengan modal yang jauh lebih kecil.
Emiten orang terkaya nomor satu di Indonesia Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), tersingkir dari anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bursa Efek Indonesia atau BEI memberi penjelasan soal penetapan konstituen suatu indeks seiring dengan pengumuman daftar terbaru emiten khususnya yang masuk ke dalam indeks LQ45.
Dua emiten BUMN, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), hingga PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), masuk daftar penghuni baru indeks LQ45 dan mulai berlaku efektif pada 1 Februari 2024.
BEI melakukan evaluasi atas sejumlah indeks jelang akhir Januari 2024. Salah satunya adalah evaluasi mayor pada indeks LQ45. Di mana saham Mitra Pack masuk, lalu bagaimana gerak usahanya?