Harga nikel global melonjak tajam pada awal Januari 2026. Reli komoditas ini turut mendorong naiknya harga saham emiten nikel dalam beberapa hari terakhir.
Pendapatan kedua emiten grup Merdeka, PT Merdeka Copper Gold tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Bagaimana kinerja labanya?
Mayoritas pendapatan emiten afiliasi kongsi grup PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir ini tertekan di tengah lesunya harga batu bara dan nikel.
Harga saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang merupakan emiten terafiliasi Saratoga dan Boy Thohir mengalami lonjakan 49% sejak awal tahun. Apa pemicunya?
Cucu usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan laba bersih sebesar US$ 5,85 juta atau setara Rp 94,98 miliar sepanjang semester I
IHSG diprediksi mengalami turun, dengan Ivan Rosanova dari BinaArtha Sekuritas menyarankan saham-saham seperti MBMA dan MEDC sebagai investasi potensial.
Analis menilai emiten tambang Vale Indonesia (INCO), Merdeka Battery Materials (MBMA), hingga Antam (ANTM) memiliki prospek cerah di tengah rencana investasi Danantara ke sektor hilirisasi nikel.
Emiten afiliasi konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan anak usahanya PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memutuskan untuk tidak membagikan dividen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0.72% atau 51.06 poin ke level 7.120 pada penutupan perdagangan Kamis (5/6). Sebelumnya IHSG ditutup meningkat 0.34% ke level 7.069 pada perdaganan Rabu (4/6).
Head of Investment Information Mirae Asset Martha Christina mengatakan masuknya saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) Mitratel dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ke dalam indeks MSCI.