Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS hari ini, didorong oleh perbaikan sentimen pasar meskipun terdapat kecemasan geopolitik antara Cina dan Jepang dan kebijakan suku bunga The Fed.
Nilai tukar rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.618 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.621 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (28/10).
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS hari ini karena meningkatnya tensi perang dagang antara AS dan Cina, dengan investor yang waspada menjelang data ekonomi penting AS.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah pidato Gubernur The Fed Jerome Powell,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong.
Rupiah diprediksi akan menguat terhadap dolar AS, dipicu oleh peningkatan tensi perang dagang antara Cina dan AS serta kekhawatiran terkait kebijakan hawkish dari The Fed.
Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah, terpengaruh oleh penantian investor menjelang pertemuan Jackson Hole dan ketidakjelasan situasi di Rusia-Ukraina.
Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS hari ini, dipicu kekhawatiran terhadap defisit yang mungkin terjadi akibat UU Pajak Trump dan negosiasi tarif AS.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS karena efek berlangsungnya pembicaraan tarif dagang antara AS dan Cina, dengan ekspektasi berada di rentang Rp 16.200 hingga Rp 16.350.