Menurut Energy Information Administration (EIA), Brasil adalah produsen minyak terbesar ketujuh di dunia, dengan sekitar 4,3 juta barel per hari, atau 4% dari produksi dunia.
Di tengah perlambatan ekonomi global, harga minyak mentah Indonesia, atau Indonesian Crude Price (ICP), untuk Desember 2024 turun menjadi US$ 71,61 per barel dari US$ 71,83.
Surplus produksi minyak dunia dalam beberapa tahun ke depan dapat membuat keputusan negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya atau OPEC+ tak berpengaruh lagi ke harga minyak.
OPEC dan sekutunya, atau OPEC+ sepakat untuk memperpanjang masa pengurangan produksi hingga akhir 2025 di tengah lambatnya pertumbuhan permintaan, suku bunga tinggi, dan lonjakan produksi AS.
Harga minyak turun pada awal pekan ini, Senin (3/6) meski ada langkah dari kelompok produsen OPEC+ untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga 2025.
Salah satu negara anggota OPEC, Nigeria, tengah menghadapi krisis BBM imbas turunnya produksi minyak dan kelangkaan yang disebabkan buruknya kinerja kilang.
Sekjen OPEC Haitham Al Ghais meyakini akhir dari industri minyak belum akan terjadi dalam waktu dekat lantaran belum ada sumber energi alternatif yang dapat menggantikan minyak secara andal.
Harga minyak dunia naik pada Selasa (16/4) di tengah meningkatnya ketegangan geolopolitik. Walau naik, konflik Israel - Iran akan tetap memberi sentimen terhadap pergerakan harga minyak dunia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan bahwa kebijakan pengurangan pasokan oleh OPEC+ bertujuan untuk mencapai stabilitas harga minyak, bukan kenaikan harga setinggi-tingginya.
Kebijakan OPEC+ memperpanjang pengurangan pasokan secara sukarela hingga kuartal II 2024 dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan harga minyak.