Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Rata-rata Minyak Mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) Juli 2025 pada angka US$ 68,59 per barel.
Harga minyak dunia mengalami penurunan pada awal pekan, Senin (4/8), seiring keputusan negara anggota OPEC+ yang mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 547 ribu barel per hari.
Harga minyak turun 1% karena meredanya risiko geopolitik di Timur Tengah dan prospek kenaikan produksi OPEC+ pada Agustus meningkatkan prospek pasokan.
Menurut Energy Information Administration (EIA), Brasil adalah produsen minyak terbesar ketujuh di dunia, dengan sekitar 4,3 juta barel per hari, atau 4% dari produksi dunia.
Di tengah perlambatan ekonomi global, harga minyak mentah Indonesia, atau Indonesian Crude Price (ICP), untuk Desember 2024 turun menjadi US$ 71,61 per barel dari US$ 71,83.
Surplus produksi minyak dunia dalam beberapa tahun ke depan dapat membuat keputusan negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya atau OPEC+ tak berpengaruh lagi ke harga minyak.
OPEC dan sekutunya, atau OPEC+ sepakat untuk memperpanjang masa pengurangan produksi hingga akhir 2025 di tengah lambatnya pertumbuhan permintaan, suku bunga tinggi, dan lonjakan produksi AS.
Harga minyak turun pada awal pekan ini, Senin (3/6) meski ada langkah dari kelompok produsen OPEC+ untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga 2025.
Salah satu negara anggota OPEC, Nigeria, tengah menghadapi krisis BBM imbas turunnya produksi minyak dan kelangkaan yang disebabkan buruknya kinerja kilang.