Rencana merger antara Garuda Indonesia dan Pelita Air mendapat keberatan dari anggota DPR, Mufti Anam, khawatir merger akan menurunkan kualitas layanan Pelita Air.
PT Garuda Indonesia bersiap untuk penggabungan dengan Pelita Air, searah dengan arahan pemegang saham, Danantara, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional.
Rosan Roeslani dari Danantara membahas rencana awal penggabungan Pelita Air dan Garuda Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan aset kedua BUMN penerbangan tersebut.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengungkap rencana penggabungan usaha atau merger dengan maskapai penerbangan Pelita Air. Saat ini Pelita merupakan perusahaan penerbangan di bawah PT Pertamina.
Pertamina berikan diskon tiket pesawat selama Lebaran 2025 serta menyesuaikan harga avtur di 37 lokasi bandara, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung mudik.
PT Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina Patra Niaga, serta Pelita Air Service melakukan kerja sama penguatan ekosistem SAF bertempat di Kilang Hijau Cilacap.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan bahwa penggabungan usaha atau merger antara PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan Pelita Air harus dilakukan.