Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, sekitar 23,7 GW, dan kini menjadi produsen listrik panas bumi terbesar kedua global dengan kapasitas terpasang 2,7 GW.
Mencapai target 100 GW PLTS untuk swasembada energi memerlukan strategi integrasi yang cermat mengatasi tantangan geografi dan infrastruktur Indonesia sebagai negara kepulauan.
Proyek ini diproyeksikan menjadi fasilitas terbesar milik Meta dengan kebutuhan listrik dalam skala masif. Tujuh pembangkit baru ini akan menambah pasokan sekitar 5,2 gigawatt (GW) listrik.
Sekretariat JETP Indonesia memperkirakan kapasitas pembangkit listrik mandiri mencapai 25,9 GW pada tahun 2024. Lebih dari 75% dari pembangkit listrik mandiri ditenagai oleh batu bara.
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Besai Kemu, aset energi terbarukan PT United Tractors Tbk (UT) melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN) dan PT Uway Energi Perdana (UEP) menghasilkan listrik
Greenpeace menilai target Presiden Prabowo Subianto agar 100% pembangkit listrik di Indonesia dari energi baru dan terbarukan masih kontradiktif dengan apa yang dikerjakan pemerintah saat ini.
Menurut data resmi pemerintah yang dirilis pada Jumat (15/8), permintaan listrik mencapai rekor tertinggi seiring dengan gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cina.
RUPTL 2025–2034 menjadi panduan penting bagi PLN dan Indonesia dalam mewujudkan transisi menuju energi bersih melalui rencana pembangunan pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik jangka panjang.