Bagi Indonesia, reformasi pendanaan iklim bukan sekadar isu lingkungan. Ini adalah persoalan keadilan sosial, kedaulatan ekologis, dan masa depan pembangunan nasional.
Gates menyerukan perubahan strategi iklim, dari berfokus pada target emisi menjadi membantu masyarakat miskin, yang semakin menanggung beban cuaca ekstrem dan dampak iklim lainnya.
Pernyataan Inggris yang menyebut tidak akan mengalokasikan dana untuk rencana perlindungan hutan hujan dunia, yaitu Tropical Forests Forever Facility (TFFF), menjadi ujian lainnya bagi Brasil.
Menurut Steiner, PBB berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana dunia berada di titik paling berbahaya dalam sejarah modern.
Dana tersebut akan mendukung berbagai proyek, mulai dari dekarbonisasi industri dan transisi energi hingga pertanian hijau, restorasi ekosistem, dan konservasi hutan di Brasil.
Skema insentif diperlukan karena adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan pendanaan untuk program lingkungan hidup dan perlindungan ekologis.
Perdagangan karbon sukarela memungkinkan perusahaan dan individu mengkompensasi emisi mereka sehingga adopsi teknologi rendah karbon, praktik berkelanjutan, dan konservasi hutan berjalan lebih cepat.
Kegagalan negara-negara untuk mematuhi "kewajiban ketat" yang dibebankan kepada mereka dalam perjanjian iklim, merupakan pelanggaran hukum internasional.