Emiten jagoan investor kawakan Lo Kheng Hong, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) akan membagikan dividen sebesar Rp 181 per saham. Penetapan dividen emiten BUMN tersebut telah disetujui RUPS
Sejumlah emiten di sektor energi khususnya minyak dan gas melesat pada perdagangan Kamis (22/5). Kenaikan itu terjadi usai Presiden Prabowo Subianto mendorong investasi di sektor hulu energi
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memperkuat komitmen mendorong penggunaan energi bersih lewat penandatanganan enam Perjanjian Jual Beli Gas. Bagaimana prospek emiten jelang musim bagi dividen?
IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan saham Jumat (2/5). Analis merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hingga PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Asaki mengungkapkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk menghalangi investasi Rp 8 triliun dari industri keramik akibat kebijakan AGIT, menyebabkan ketidakpastian pasokan dan kenaikan harga gas.
PGAS berencana melepas bisnis hulu migas miliknya kepada Pertamina Hulu Energi, meski bidang migas tersebut signifikan dalam kontribusi pendapatan PGAS di Kuartal III 2024.
Emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, membeberkan dampak dari perpanjangan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) pada 2025.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar terbaru saham pembagi dividen tinggi yang masuk dalam Indeks High Dividend 20 (IDXHIDIV20). Evaluasi mayor ini berlaku efektif hingga 3 Februari 2026.
Asosiasi Industri Aneka Keramik mencatat kenaikan harga gas yang signifikan menjadi US$ 12,6 per MMBTU tahun ini, menekan pabrikan dan berpotensi merusak utilisasi serta investasi industri keramik.