Taipan Prajogo Pangestu pada Jumat (23/1) kembali mengakumulasi saham CUAN, BRPT, dan BREN, saat harga saham-saham emiten yang terafiliasi dengannya tersebut mengalami tekanan secara "berjamaah".
IHSG kembali parkir di zona merah, Jumat (23/1) ini. Seiring dengan itu, harga saham sejumlah emiten konglomerat Prajogo Pangestu pun ikut meneruskan tren penurunannya.
Arah pasar saham domestik berbalik melemah pada perdagangan Jumat (23/1) pagi, meski IHSG sempat dibuka di zona hijau. Saham konglomerat Prajogo Pangestu kompak berjamaah
Kekuatan utama BRPT ditopang oleh dua anak usahanya, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di sektor energi bersih, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di industri petrokimia.
Total belanja saham BRPT, CUAN, dan BREN oleh Prajogo Pangestu pada Januari ini mencapai Rp 36,51 miliar. Untuk transaksi satu hari pada 15 Januari saja, dia setidaknya merogoh Rp 24,64 miliar.
Pada sesi I perdagangan Senin ini, saham BREN dibuka di harga Rp 9.700 per unit. Hingga jeda makan siang, nilainya bertengger di level Rp 9.625 atau terkoreksi 1,03%.
Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan seiring dengan persaingan yang terjadi di pasar. Berdasarkan data Forbes Billionaires per Selasa (6/1) nama Prajogo Pangestu di urutan 1.
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi menuntaskan akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura, yang sebelumnya dimiliki oleh ExxonMobil.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menandatangani fasilitas pinjaman senilai US$ 200 juta atau senilai Rp 3,34 triliun dari Bangkok Bank Public Company Limited.
Emiten Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bakal menguasai tambang batu bara di Kalimantan Tengah usai menjadi pengendali PT Singaraja Putra Tbk (SINI).