Kementan menguji bahan bakar biodiesel B50 pada alat dan mesin pertanian (alsintan) guna memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis kemandirian energi.
Regulasi biodiesel B50 berisiko memindahkan beban biaya energi nasional (penghematan devisa negara) menjadi biaya pemeliharaan pribadi bagi masyarakat penggunanya.
Program B50 yang meningkatkan pencampuran BBM dengan BBN di Indonesia membutuhkan ekspansi sawit besar-besaran, memicu deforestasi, konflik lahan, dan ketergantungan pada sawit.
Program biodiesel B50 yang meningkatkan campuran minyak nabati dan solar berpotensi mendorong inflasi dengan meningkatkan harga minyak goreng domestik, menurut Ketua Umum Gapki Eddy Martono.
Ambisi pemerintah menaikkan target penggunaan biodiesel sebesar 50% (B50) pada 2029 bisa berdampak pada perluasan lahan sawit. Namun ada cara yang dapat dilakukan tanpa melakukan deforestasi.
Mentan Amran mengatakan pemerintah Indonesia telah mempersiapkan industri biofuel untuk mendukung program B50, sesuai arahan Presiden Jokowi dan calon presiden terpilih Prabowo Subianto.