Purbanya menyebut keputusan S&P menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat yang independen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dan outlook stabil.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan soal anggaran pengadaan sistem Rudal BrahMos dari India, menyusul penandatanganan kontrak kerja sama kedua negara.
Said Iqbal menyatakan pemerintah membuka ruang untuk mengkaji penghapusan pajak JHT, menghapus tarif pajak progresif, hingga menaikkan batas saldo JHT yang dikenai pajak.
Purbaya mengatakan pemerintah tetap mempertahankan outlook defisit APBN 2026 sebesar Rp 734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB meskipun belanja negara naik Rp 132 triliun.