Nilai tukar rupiah melemah 0,37% ke level 16.466 per dolar AS pada perdagangan hingga siang ini, Kamis (18/3) di tengah anjloknya indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga mencapai 5%.
Ekonom memprediksi rupiah akan melemah terhadap dolar AS hari ini karena kekhawatiran kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, yang bisa memicu perang dagang lanjutan.
Rupiah menguat usai dolar AS melemah imbas pidato Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell yang cenderung hawkish, tetapi tak memberikan banyak kejutan.
Revisi kebijakan DHE yang menaikkan persentase penyimpanan devisa hasil ekspor menjadi 100% diperkirakan tidak akan mengganggu target ekspor dan bertujuan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
Sejumlah analis memproyeksikan rupiah masih akan mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini. Hal tersebut dikarenakan indeks dolar AS yang masih terus tinggi saat ini.
Indonesia menghadapi stagnasi ekonomi pada 2025 dengan penurunan penerimaan pajak dan berbagai kebijakan fiskal di tengah perlambatan global dan domestik selama kepemimpinan Prabowo Subianto.
Rupiah mengalami fluktuasi serius di 2024, dimulai dari Rp 15.719 hingga mencapai Rp 16.248 pada Desember, dipicu oleh kuatnya dolar AS dan konflik geopolitik.