Nilai tukar rupiah bergerak melemah pada perdagangan pagi ini. Namun, rupiah masih berpeluang menguat di tengah memanasnya perang dagang Amerika Serikat dan Cina.
Pelemahan Rupiah saat ini dianggap berbeda dan tidak separah krisis 1998 meskipun mencapai level Rp 16.600 per USD, dengan dampak yang berbeda dan antisipasi yang diperlukan.
Nilai tukar rupiah melemah 0,37% ke level 16.466 per dolar AS pada perdagangan hingga siang ini, Kamis (18/3) di tengah anjloknya indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga mencapai 5%.
Ekonom memprediksi rupiah akan melemah terhadap dolar AS hari ini karena kekhawatiran kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, yang bisa memicu perang dagang lanjutan.
Rupiah menguat usai dolar AS melemah imbas pidato Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell yang cenderung hawkish, tetapi tak memberikan banyak kejutan.
Revisi kebijakan DHE yang menaikkan persentase penyimpanan devisa hasil ekspor menjadi 100% diperkirakan tidak akan mengganggu target ekspor dan bertujuan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.