Sentimen positif pemilu Amerika berlanjut, sehingga bursa saham Wall Street menguat. Dow Jones mencetak rekor, sementara Nasdaq dan S&P terus menguat. Meskipun, investor beralih dari saham teknologi.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq di bursa saham Wall Street kembali mencetak rekor berkat saham raksasa teknologi. Salah satu sentimen positif yakni The Fed memangkas suku bunga acuan 25 bps.
Bursa Wall Street bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis (20/6). Karena kinerja S&P 500 turun melewati level 5.500 untuk pertama kalinya setelah kenaikan tinggi saham Nvidia.
Indeks saham S&P 500 naik dan mencatat rekor penutupan tertinggi untuk keempat kalinya berturut-turut imbas rilis data yang menunjukkan berkurangnya tekanan pada inflasi.
Indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (12/6), dengan S&P 500 melonjak ke rekor baru dan ditutup di atas 5.400 untuk pertama kalinya.
Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai rekor penutupan baru pada perdagangan Selasa (11/6). Harga saham Apple melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.
Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan April 2024 berada di level 52,9. Melampaui PMI Manufaktur ASEAN yang rata-rata berada di level 51,0.