Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga yang diberikan kepada PT Freeport Indonesia (PTFI).
Freeport Indonesia mengalami penundaan dalam memproses katoda tembaga akibat perbaikan fasilitas peleburan di PT Smelting, diperkirakan 100 ribu ton konsentrat tidak dapat diolah.
Amerika Serikat akan menerapkan tarif resiprokal sebesar 19% terhadap produk-produk Indonesia mulai Kamis (7/8). Namun, pengecualian diberikan kepada sejumlah produk, termasuk tembaga.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pengiriman tembaga Indonesia ke AS akan mengikuti aturan yang berlaku, sebagai tanggapan atas pengumuman Donald Trump tentang penurunan tarif impor.
PT Freeport Indonesia menghadapi potensi penurunan permintaan tembaga global akibat peningkatan tarif barang dari Cina ke AS, meskipun sebagian besar penjualan tembaga diarahkan ke Cina.
Kementerian Perdagangan mencatat pada periode kedua Juli 2025, harga patokan ekspor (HPE) konsentrat tembaga terkoreksi tipis sebesar 0,01% dibandingkan periode pertama Juli 2025.
Presiden Trump Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif signifikan untuk produk farmasi dan tembaga, menegaskan tidak ada perpanjangan tenggat waktu yang telah ditentukan, yaitu 1 Agustus 2025.