Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz menjadi alarm bagi ketahanan energi Indonesia yang masih bergantung impor minyak, mendesak perlunya strategi transisi yang aman.
Perjanjian dagang AS-RI dikhawatirkan memperkuat ketergantungan pada energi fosil, mengancam ketahanan energi nasional di tengah gejolak harga akibat konflik Timur Tengah.
Dengan potensi energi surya lebih dari 3.000 GW, skema pembiayaan seperti green sukuk dinilai penting untuk mempercepat realisasi investasi energi bersih di Indonesia.
Presiden Filipina menginstruksikan penerapan empat hari kerja dalam sepekan di kantor-kantor pemerintahan. Sekolah negeri juga memberlakukan empat hari kegiatan belajar.
Percepatan transisi energi juga semakin relevan seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang berpotensi memicu volatilitas harga bahan bakar fosil global.
Indonesia tengah mendorong pemanfaatan EBT untuk transisi energi, namun tidak hanya pemenuhan teknis, aspek berkeadilan dan inklusif bagi masyarakat perlu menjadi pertimbangan.
Jajaran komisaris dan direksi perusahaan di sektor kelapa sawit, pertambangan, hingga teknologi informasi sepanjang periode 2019-2023 banyak diisi oleh pebisnis-politikus.
Hilirisasi nikel mendorong transisi energi dan Pekerjaan Hijau, namun sifat industri yang padat modal membuat penyerapan tenaga kerjanya masih terbatas dibanding sektor lain.
Artikel mengkritisi tantangan dan ironi dekarbonisasi industri Indonesia yang masih bergantung pada energi fosil, sementara kinerja sektor manufaktur terus melambat.
Di tengah pemulihan banjir bandang Sumatera, pemerintah melalui Kementerian ESDM justru mempercepat program Sawit untuk biodiesel B50 dengan menjadikan Papua sebagai lumbung baru.
Wacana Presiden Prabowo menanam sawit di Papua untuk biodiesel dikritik karena dinilai mengabaikan bencana di Sumatra dan berpotensi memperbesar kerentanan lingkungan.
IESR menyebut ketergantungan besar pada energi fosil berisiko menekan daya saing produk ekspor hingga membuat Indonesia kehilangan momentum transisi energi.