Direktur Eksekutif SUSTAIN Tata Mustasya menilai, bea keluar batu bara dengan tarif progresif yang tepat dapat menjadi game changer transisi energi Indonesia yang selama ini berjalan lambat.
Sekretariat JETP Indonesia memperkirakan kapasitas pembangkit listrik mandiri mencapai 25,9 GW pada tahun 2024. Lebih dari 75% dari pembangkit listrik mandiri ditenagai oleh batu bara.
Indonesia perlu menyiapkan peta jalan transisi berkeadilan yang relevan bagi agenda mitigasi nasional dan mengintegrasikannya ke dalam dokumen kebijakan iklim nasional.
CEO IESR Fabby Tumiwa mengatakan keengganan pemerintah dan PLN untuk mewujudkan pensiun dini PLTU batu bara merupakan kemunduran komitmen transisi energi.
IESR memperkirakan bahwa setiap pekerjaan yang hilang di tambang batu bara atau PLTU akan tergantikan oleh tiga hingga lima pekerjaan baru di sektor energi terbarukan (green jobs).
Berdasarkan skenario minimal dalam kajian SUSTAIN — menggunakan patokan Harga Batubara Acuan (HBA) Oktober 2023 — penerapan bea keluar berpotensi menghasilkan US$5,63 miliar atau sekitar Rp 90 triliun
PLTU Cirebon-1 menggunakan teknologi supercritical boiler, sehingga pembakaran lebih sempurna dengan residu lebih sedikit dibandingkan teknologi subcritical boiler.
Melalui PLN, Indonesia memperluas kolaborasi global untuk mempercepat transisi energi terbarukan dan membangun pasar karbon yang transparan dan berkeadilan.
Bahlil dinilai sebagai tokoh penting dalam mendorong transformasi energi nasional melalui sejumlah program strategis seperti pengembangan green energy, percepatan investasi EBT.