Petani Paling Dirugikan Larangan Ekspor CPO, Harga TBS Anjlok 49%

Harga jual tandan buah segar berada di bahwa harga pokok produksi sehingga petani mengalami kerugian pasca larangan ekspor CPO.
Image title
10 Mei 2022, 19:44
Pekerja menimbang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bram Itam, Tanjungjabung Barat, Jambi, Selasa (15/3/2022). Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap sektor ketenagakerjaan,
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/tom.
Pekerja menimbang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bram Itam, Tanjungjabung Barat, Jambi, Selasa (15/3/2022). Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap sektor ketenagakerjaan, khususnya angkatan kerja lapisan menengah ke bawah.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyatakan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit anjlok 49% sejak larangan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditetapkan. Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) banyak yang tidak mematuhi harga TBS yang ditetapkan oleh  pemerintah.

Berdasarkan pantauan Apkasindo di delapan provinsi, rata-rata harga Dinas Perkebunan adalah Rp 1.931 per Kg bagi perkebunan mandiri atau swadaya. Delapan provinsi itu adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Selatan.

"Kami usul supaya Permentan No. 1-2018 ini segera direvisi. Rencananya hari ini akan melaporkan kondisi kami petani sawit ke Pak Moeldoko," kata Gulat kepada Katadata, Selasa (10/5).  Permentan No. 1-2018 mengatur tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

Gulat menilai perusahaan kelapa sawit tidak mengindahkan aturan penetapan harga TBS. Perusahaan kelapa sawit banyak yang membeli TBS di bawah harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Advertisement

"Mereka membuat harga sendiri berdasarkan analisa sendiri," ujarnya.

Harga TBS yang ditetapkan perkebunan kelapa sawit berada di bawah harga pokok produksi Rp 2.000 per Kg. Artinya, perkebunan sawit swadaya mengalami kerugian. Bahkan pada 23 April 2022, harga TBS sempat berada di level Rp 1.569. 

Sementara itu, Harga TBS bagi perkebunan plasma turun 25% menjadi Rp 2.860 per Kg. Petani plasma memiliki mitra usaha mene gah atau besar yang mengolah hasil perkebunannya. Perkebunan plasma masih mendapatkan keuntungan karena belum turun ke  bawah level Rp 2.000 sejak 23 April 2022. 

Menurut Gulat, dampak dari pelarangan ekspor CPO sejauh ini hanya ditanggung oleh petani. Dia mengatakan, harga TBS saat ini seharusnya berada di kisaran Rp 3.400 per Kg, sedangkan harga CPO ada di titik Rp 17.000 per Kg. Gulat mencatat harga CPO di pasar internasional saat ini ada di level Rp 24.000 per Kg. 

"Kemelut ini memang hanya bisa dilalui jika dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya dibebankan ke kami petani sawit," kata Gulat. 

Indonesia memberlakukan larangan ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) beserta produk turunannya sejak 28 April 2022. Langkah ini diambil untuk menjaga pasokan dan menurunkan harga minyak goreng dalam negeri.

Beberapa pihak menilai kebijakan ini akan membuat Malaysia mengambil pasar ekspor CPO Indonesia. Kendati begitu, berdasarkan data Trade Map, nilai ekspor CPO Malaysia ternyata sudah mengungguli Indonesia sejak kuartal II 2021 ketika ekspor CPO Indonesia belum dilarang.

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait