39,4 % Hewan Ternak Nasional Terdampak Wabah PMK di 16 Provinsi

Per 22 Mei 2022, jumlah hewan ternak yang terdampak wabah PMK telah mencapai 5,45 juta ekor.
Image title
24 Mei 2022, 18:04
Petugas posko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pemkab Aceh Besar memperlihatkan mulut sapi milik warga yang luka akibat terinfeksi PMK saat melaksanakan pengobatan di Montasik, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (21/5/2022). Berdasarkan data sementara dari Dinas Petern
ANTARA FOTO/ Irwansyah Putra/rwa.
Petugas posko Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pemkab Aceh Besar memperlihatkan mulut sapi milik warga yang luka akibat terinfeksi PMK saat melaksanakan pengobatan di Montasik, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (21/5/2022). Berdasarkan data sementara dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh hingga 20 Mei 2022 tercatat 7.733 ekor sapi terjangkit PMK, 31 ekor diantaranya mati, tujuh ekor potong paksa dan 2.002 ekor telah dinyatakan sembuh.

Kementerian Pertanian (Kementan) mendata telah ada 82 kabupaten di 16 provinsi yang terkonfirmasi tertular wabah penyakit mulut dan kuku  (PMK).  Dalam dua pekan terakhir, terjadi penambahan 76 kabupaten dan 14 provinsi yang terjangkit wabah PMK.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang mendata jumlah hewan ternak yang terdampak PMK per 22 Mei 2022 telah mencapai 5,45 juta ekor. Angka itu mencapai 39,4% dari total hewan ternak nasional pada akhir 2021. 

"(Data) ini adalah termasuk daerah-daerah yang terduga, yang masih dalam penelitian apakah sudah positif atau belum. Jangan terlalu panik," kata Bambang dalam webinar "Mitigasi Lalu Lintas Ternak dan Pelaksanaan Kurban di Tengah Wabah PMK", Selasa (24/5). 

Pemerintah membagi kawasan hewan ternak selama wabah PMK menjadi empat bagian, yakni daerah wabah, daerah tertular, daerah terduga, dan daerah bebas. Daerah wabah merupakan yang telah resmi ditetapkan mengalami wabah PMK oleh Kementan. 

Advertisement

Sementara itu, daerah tertular adalah daerah dengan hewan ternak yang telah terkonfirmasi terjangkit PMK melalui uji lab. Daerah terduga adalah daerah yang telah dilaporkan memiliki wabah PMK namun masih menunggu hasil uji lab. 

 Pemerintah awalnya hanya menetapkan dua provinsi sebagai daerah terdampak PMK yaitu Daerah Istimewa Aceh dan Jawa Timur. Berdasarkan data Kementan per 22 Mei 2022, jumlah hewan terdampak di Aceh kini mencapai 315.612 ekor atau 55,66% dari hewan ternak di provinsi tersebut. 

Sementara jumlah daerah yang kini tertular wabah PMK di Jawa Timur  mencapai 18 kabupaten. Populasi hewan ternak yang terdampak mencapai 2,56 juta ekor atau 48,82% dari total populasi hewan ternak di Jawa Timur.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Iswahyudi mengatakan terdapat 10,3 juta ekor pasokan hewan kurban yang disiapkan untuk Idul Adha 2022. Namun demikian, lalu lintas hewan ternak tersebut ke daerah sekitar masih menunggu persetujuan prosedur operasi standar (SOP) oleh pemerintah. 

Iswahyudi mengatakan, Pemprov Jatim telah menyiapkan 16 SOP terkait lalu lintas hewan ternak antara empat daerah ternak. Namun demikian, hewan ternak yang berada di daerah wabah dipastikan tidak dapat dipindahkan ke daerah lain. 

"Untuk (hewan ternak dari) daerah tertular masih bisa dilalu lintaskan dengan salah satu syaratnya ternak tersebut dalam kondisi sehat dan hasil lab negatif," kata Iswahyudi. 

 Menurutnya, SOP tersebut akan diterbitkan pada 27 Mei 2022. Iswahyudi menyatakan akan mengundang pemangku kepentingan industri peternakan untuk dapat mensosialisasikan SOP tersebut. 

Berdasarkan Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2021, Jawa Timur dan Aceh termasuk dalam kelompok 10 provinsi dengan populasi ternak sapi potong tterbanyak nasional. Populasi sapi potong di Jawa Timur tercatat sebanyak 4,94 juta ekor atau 27,36% dari total populasi sapi potong nasional. Sementara di Aceh jumlahnya sekitar 452 ribu ekor (2,5%).

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait