Sambut KTT G20, Penataan Jalan Tol Bali Mandara Selesai Juli

Penataan tol Bali Mandara itu tersebut diantaranya pemasangan PLTS di enam gerbang tol.
Andi M. Arief
30 Juni 2022, 13:30
Tol Bali Mandara
Humas Jasa Marga
Tol Bali Mandara

PT Jasa Marga optimistis proyek penataan Jalan Tol Bali Mandara dapat rampung pada pertengahan Juli 2022. Saat ini, perkembangan pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 90%. 

Penataan Tol Bali Mandara dilakukan untuk menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022. Proyek penataan tersebut dikerjakan oleh anak usaha Jasa Marga, yakni PT Jasamarga Bali Tol (JBT). 

"Meskipun saat ini pekerjaan konstruksi gerbang tol dengan desain angkul-angkul Bali tengah berjalan, kami tetap memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dalam bertransaksi di gerbang tol," kata Direktur Utama JBT, I Ketut Adiputra Karang, dalam keterangan resmi, Kamis (30/6). 

Adiputra mengatakan, sebagian lingkup proyek penataan yang dimaksud adalah penataan Gerbang Tol (GT) Nusa Dua, Benoa, dan Ngurah Rai. Selain itu, JBT juga memasang ornamen pada 549 unit Penerangan Jalan Umum (PJU).

Advertisement

Dia mengatakan, pengerjaan yang sedang dilakukan adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Adiputra menyebutkan proyek tesebut bekerja sama dengan PT Bukit Energi Investama. 

 Pembangunan PLTS yang memiliki kapasitas maksimum 400 kilowatt-peak (kWp) ini akan dimulai di Gerbang Tol Ngurah Rai. Selanjutnya akan diteruskan ke dua gerbang tol lainnya, yaitu Gerbang Tol Nusa Dua dan Gerbang Tol Benoa.

Nantinya, panel surya akan dipasang di enam titik, pada akses masuk dan keluar jalur motor di tiga gerbang tol Jalan Tol Bali-Mandara. Panjang panel surya untuk masing-masing titik tersebut adalah sepanjang 1 kilometer.

Pasokan listrik yang didapatkan melalui PLTS tersebut akan menjadi sumber listrik yang ramah lingkungan untuk lampu penerangan jalan umum (PJU), kantor operasional dan gerbang tol di Jalan Tol Bali Mandara.

Selain pemasangan PLTS, Adiputra juga menanam 756.800 bibit mangrove di simpang susun Ngurah Rai dan di Km 3+600. Sebanyak 300.000 bibit mangrove yang tertanam akan membentuk tulisan G20 sebesar 158x54 meter. 

Adiputra mengatakan, kendala yang dihadapi dalam penyesuaian proyek ini adalah cuaca yang tidak menentu. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan akan ada angin kencang di Pulau Dewata sampai Juli 2022. 

 "Saat ini, semua tanaman di area jalan tol kami lakukan penyiraman dua kali sehari dan pemupukan setiap dua minggu sekali. Termasuk untuk mengantisipasi jadwal pekerjaan perapihan gerbang tol yang juga akan terdampak dengan turunnya hujan dan angin kencang,” kata Adiputra. 

Bali dipiih sebagai tempat penyelenggaraan KTT G20 tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah menata sejumlah tempat di Bali, Salah satu yang perlu ditata adalah pengelolaan sampah.Bali merupakan salah satu provinsi yang menghasilkan sampah cukup banyak, termasuk plastik.

Menurut laporan dari Sungai Watch bertajuk Impact Report October 2020-December 2021, Bali menghasilkan 333.336 kilogram sampah anorganik.

 

 

 

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait