Atasi Wabah PMK, Kementan Luncurkan 455 Armada Disinfeksi Massal

Disinfeksi untuk mencegah wabah PMK akan dilakukan di area peternakan, tempat-tempat penjualan hewan kurban, dan di rumah potong hewan.
Andi M. Arief
30 Juni 2022, 16:31
Petugas pusat kesehatan hewan (Puskeswan) menyiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebelum disuntikkan ke hewan ternak sapi di kawasan Jalan Bangaris, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (29/6/2022). Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendapa
ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.
Petugas pusat kesehatan hewan (Puskeswan) menyiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebelum disuntikkan ke hewan ternak sapi di kawasan Jalan Bangaris, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (29/6/2022). Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan bantuan sebanyak 2.700 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat guna mencegah penularan PMK di berbagai sejumlah wilayah di Kalteng.

Kementerian Pertanian (Kementan), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK).  Salah satunya dengan meluncurkan 455 armada disinfeksi PMK di penjuru negeri. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Makmun, mengatakan disinfeksi akan dilakukan di area peternakan, tempat-tempat penjualan hewan kurban, dan di rumah potong hewan.

"Hari ini, kami lakukan di area DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor, yang lain menyusul," kata Makmun di kompleks Kementerian Pertanian, Kamis (30/6). 

Makmun mengatakan, Kementan juga telah mendistribusikan 1.055 liter disinfektan dan 2.000 unit handsprayer ke seluruh wilayah terjangkit. Selain itu, Kementan juga telah mendistribusikan antibiotik, vitamin, dan obat-obatan hewan sebanyak 203.000 dosis.

Advertisement

 Untuk mendukung vaksinasi PMK, Makmun mengatakan, Kementan telah mengirimkan 800.000 unit spuit atau komponen alat suntik ke wilayah terjangkit. Total vaksin PMK yang telah tersuntikkan mencapai 170.911 sampai hari ini, Kamis (30/6), pukul 12.34 WIB. 

Di samping itu, BNPB membantu distribusi disinfektan ke wilayah terjangkit PMK sejumlah 357.000 liter dan alat semprot hingga 950.000 unit. BNPB juga menyumbangkan 874.920 unit alat pelindung diri (APD). 

Berdasarkan SiagaPMK.id, total kabupaten yang menjadi zona merah atau terjangkit PMK mencapai 222 kabupaten di 19 provinsi. Provinsi dengan jumlah ternak terjangkit paling banyak adalah Jawa Timur atau mencapai 115.476 ekor. 

Total ternak terjangkit PMK yang telah dipotong bersyarat mencapai 2.603 ekor. Sementara itu, jumlah ternak yang mati karena PMK adalah 1.769 ekor. 

 

 Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengajukan dana untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sebesar Rp4,42 triliun. Namun, kini Kementan mengusulkan tambahan dana lagi sebesar Rp240 miliar.

 "Perkembangan terbaru Rakortas pada tanggal 22 Juni 2022 kami melakukan re-evaluasi terhadap usulan tersebut, sehingga anggarannya secara rinci totalnya adalah Rp4,66 triliun,” kata Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR, Senin (27/6/2022).

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengadaan vaksinasi dan sarana pendukungnya sebesar Rp2,84 triliun. Jumlah pengadaan vaksinasi ini direncanakan mencapai 43,67 juta dosis, terdiri dari 2 dosis vaksin dan 1 booster untuk tiap hewan ternak. Berikut rincian dari dana penanganan wabah PMK:

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait