Demokrat Rayu Golkar Bikin Koalisi Hanya Dua Partai, Ini Respon KIB

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP, Achmad Baidowi , menyarankan agar Demokrat masuk dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Image title
5 Juli 2022, 20:33
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kanan) usai melakukan pertemuan di Widya Candra, Jakarta, Sabtu (7/5/2022). Pertemuan kedua ketua umum partai politik ters
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kanan) usai melakukan pertemuan di Widya Candra, Jakarta, Sabtu (7/5/2022). Pertemuan kedua ketua umum partai politik tersebut dalam rangka silaturahim Hari Raya Idul Fitri 1443H.

Partai Demokrat mulai melakukan manuver dengan berupaya menggaet Partai Golongan Karya (Golkar) untuk membangun koalisi yang hanya terdiri dari dua partai.  Padahal, Golkar diketahui telah menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang juga diinisiasi oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP, Achmad Baidowi alias Awiek, menegaskan bahwa ketiga partai KIB masih solid. Dirinya bahkan mengibaratkan Demokrat seperti partai yang tak punya harapan lagi.

“Itu seperti orang putus harapan. Demokrat jangan seperti orang patah harapan, meski itu (penjajakan dengan Golkar) sah-sah saja,” ujar Awiek di Kompleks Parlemen pada Selasa (5/7).

 Menurut Awiek, ajakan Demokrat terhadap Golkar mencerminkan upaya pemecahan koalisi dengan PAN dan PPP. Hal itu disebabkan rencana penjajakan yang dilakukan setelah KIB terbentuk.

Advertisement

“Itu kan rencana memecah belah. Dan KIB tidak terpengaruh itu,” katanya.

 Daripada mengajak salah satu partai, Awiek menyarankan agar Demokrat menjajaki peluang koalisi dengan KIB sekaligus. Sebab, ketiga partai telah memiliki tugas masing-masing dalam mendekati partai lain dalam rangka penjajakan koalisi.

“Kalau Demokrat ingin bisa ikut berlayar di Pilpres 2024, ya ikut saja dalam KIB,” tuturnya.

 Sebelumnya, Partai Demokrat mengaku bahwa komunikasi politik antara ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, terjalin dengan baik meski berada di dalam naungan KIB. Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, mengibaratkan hubungan di antara kedua partai bagaikan jangkar yang dapat memunculkan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) potensial.

“Kerjasama Demokrat-Golkar dapat menjadi solusi terciptanya stabilitas politik, perbaikan iklim demokrasi dan kembali menggenjot roda ekonomi yang saat ini sedang terpuruk,” kata Syahrial dalam keterangannya kepada Katadata.co.id pada Selasa (5/7).

 Sebelumnya Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi , Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada Jumat (24/6) malam. Pertemuan di antara keduanya terjadi di kediaman Prabowo di Kertanegara yang berlokasi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

 AHY mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi banyak hal dengan Prabowo dalam pertemuan kali ini. Beberapa hal yang didiskusikan di antaranya isu-isu global hingga tantangan yang dihadapi dunia pasca-pandemi Covid-19.

 Selain itu, AHY juga menyampaikan bahwa topik diskusi mengarah kepada cara pandang yang memiliki banyak kesamaan di antara Demokrat dan Gerindra. Dirinya juga menyatakan bahwa Demokrat dan Gerindra senantiasa melakukan komunikasi politik dengan baik, termasuk dalam fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Banyak teman-teman fraksi di parlemen Gerindra dan Demokrat yang saling berkomunikasi. Jadi selalu terbuka peluang kerja sama. Kita berharap semakin meningkatkan silaturahmi seperti ini,” ujar AHY usai bertemu dengan Prabowo.

Reporter: Ashri Fadilla
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait