Tarif Pulau Komodo Masih Berlaku Tarif Lama Jika Memenuhi Syarat Ini

Mayoritas wisatawan membatalkan kunjungannya ke Labuan Bajo begitu mengetahui bahwa tarif Pulau Komodo menjadi Rp 3,7 juta.
Andi M. Arief
2 Agustus 2022, 13:44
Sejumlah wisatawan mendaki puncak pulau Padar untuk menyaksikan keindahan alam, di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), di Manggarai Barat, NTT, Selasa (20/1/2020). Menurut Balai TNK, jumlah kunjungan wisatawan sejak Desember 2019 hingga pertengahan Janu
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Sejumlah wisatawan mendaki puncak pulau Padar untuk menyaksikan keindahan alam, di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), di Manggarai Barat, NTT, Selasa (20/1/2020). Menurut Balai TNK, jumlah kunjungan wisatawan sejak Desember 2019 hingga pertengahan Januari 2020 mengalami penurunan dari biasanya 600 wisatawan per hari menjadi 100 wisatawan per hari, akibat cuaca buruk yang melanda daerah tersebut.

Kebijakan pemerintah menaikkan tarif masuk Taman Nasional Komodo menjadi Rp 3,75 juta membuat sebagian besar membatalkan wisatawan membatalkan kunjungannya. Padahal tarif ke Pulau Komodo masih berlaku dengan harga lama jika wisatawan memesan sebelum 1 Agustus 2022.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Budijanto, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebenarnya telah memberikan kelonggaran pada wisatawan yang melakukan pemesanan sebelum 1 Agustus 2022.

Jika wisatawan nusantara memesan paket wisata ke Taman Nasional Komodo pada 31 Juli 2022 untuk keberangkatan antara 1 Agustus - 31 Desember 2022, tarif yang dikenakan masih Rp 150.000 per orang. Namun demikian, Wisatawan nusantara akan dikenakan tarif Rp 3,75 juta per orang, jika melakukan pemesanan pada 1 Agustus 2022.

Namun demikian, Budijanto mengatakan, kebijakan tersebut tidak disosialisasikan dengan baik. Akibatnya banyak wisatawan yang langsung membatalkan perjalanannya meskipun masuk dalam syarat kebijakan tarif tersebut.

Advertisement

Pelaku wisata pun melakukan protes karena menlai kebijakan tarif Rp 3,75 juta tersebut mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan. Sebagai bentuk protes, pelaku pariwisata melakukan aksi mogok selama 30 hari sejak berlakunya implementasi tarif akses Taman Nasional komodo senilai Rp 3,75 juta per orang, yakni per 1 Agustus 2022.

Namun demikian, Budijanto mengatakan bahwa mogok kerja yang dilakukan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, akan merusak citra pariwisata Indonesia di kancah internasional. Pasalnya, Labuan Bajo merupakan salah satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas yang dibangun pemerintah.

"Takutnya, ini akan jadi black campaign untuk pariwisata Indonesia di luar negeri. Dengan kekuatan media sosial sekarang, berita buruk bisa tersebar ke mana saja dalam hitungan detik," kata Budijanto kepada Katadata, Selasa (2/8).

Selain itu, Budijanto menilai preseden di Labuan Bajo mengesankan tidak ada koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku pariwisata.

Kerahkan Kepolisian

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan akan melakukan sosialisasi tarif akses TNK kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur melalui media sosial. Selain itu, Viktor akan mengambil langkah tegas bagi pihak-pihak yang melakukan intimidasi, ancaman, dan rasa takut pada para wisatawan.

Viktor mengapresiasi Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Setyo Budiyanto karena menurunkan personilnya dengan cepat di Labuan Bajo. Menurutnya, langkah tersebut menjaga kondusifitas di Labuan Bajo dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Akan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Pelaksanaan tarifnya tetap diberlakukan mulai hari ini, 1 Agustus 2022, dan akan terus kita lakukan evaluasi serta sosialisasi pada masyarakat,” kata Viktor dalam keterangan resmi, Selasa (2/8).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan TN Komodo sepanjang 2021 mencapai 64,66 ribu kunjungan. Rinciannya sebanyak 6,6 ribu kunjungan ke Loh Liang, 53,63 ribu kunjungan ke Padar, dan 4,44 ribu kunjungan ke Labuan Bajo.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait