Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dicoba November, Ini Bocoran Harga Tiket

Satu rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung terdiri dari delapan kereta dengan kapasitas sebanyak 601 pelanggan, yang terbagi dalam tiga kelas.
Andi M. Arief
4 Agustus 2022, 14:45
Sejumlah pekerja menyelesaikan pemasangan girder box di pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). Pemasangan girder box proyek KCJB sudah rampung dengan total 1.018 girder box dan pembang
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.
Sejumlah pekerja menyelesaikan pemasangan girder box di pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). Pemasangan girder box proyek KCJB sudah rampung dengan total 1.018 girder box dan pembangunan fisik secara keseluruhan telah mencapai 76 persen dengan target pengoperasian pada 2023.

PT Kereta Api Indonesia menargetkan pengujian dinamis Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung atau KCJB dilakukan pada November 2022. Perusahaan pelat merah itu juga membocorkan tarif KCJB yang terbagi menjadi tiga kelas.

Satu rangkaian KCJB terdiri dari delapan kereta dengan kapasitas sebanyak 601 pelanggan. Adapun kelas pelayanannya terbagi menjadi VIP Class sebanyak 18 pelanggan, First Class sebanyak 28 pelanggan, dan Second Class sebanyak 555 pelanggan. Tarif yang akan dikenakan berkisar antara Rp250.000 hingga Rp350.000.

Namun demikian, Vice President Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa penetapan tarif KCJB saat ini masih dalam proses kajian. Tarif tersebut nantinya akan memperhatikan berbagai aspek sebelum akhirnya ditetapkan,

"Kecepatan maksimal yang dapat ditempuh KCJB yaitu 350 km per jam dengan waktu tempuh Jakarta - Bandung atau sebaliknya yaitu 36 - 45 menit saja,” kata Joni dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (4/8).

Advertisement

Perjalanan KCJB secara rinci akan menghubungkan Kota Jakarta Timur di Stasiun halim dan Kabupaten Bandung di Stasiun Tegalluar dengan panjang lintasan 142,3 kilometer (Km). KCJB memiliki empat perhentian di sepanjang lintasannya, yakni Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung). Joni berharap pengoperasian KCJB dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di stasiun-stasiun pemberhentian.

Jenis kereta yang akan digunakan sebagai KCJB adalah KCI400AF yang dirancang dengan identitas Indonesia.  Desain KCI 400AF terinspirasi dari Komodo dengan warna dominan merah dan putih. Sementara kursi penumpang akan dihias dengan motif mega mendung khas Cirebon.

Progres investasi proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung telah mencapai 85% hingga saat ini. Sementara itu, perkembangan konstruksi proyek KCJB telah mencapai 76%. 
 
“Hadirnya Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung akan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk bertransportasi dengan cepat dan selamat. KCJB juga diharapkan menjadi momentum agar dapat terealisasi transportasi-transportasi modern lainnya di Indonesia,” tutup Joni.

 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bertanggung jawab atas pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Perusahaan itu merupakan gabungan dari konsorsium Indonesia, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (60% saham), dan konsorsium Tiongkok, Beijing Yawan HSR Co Ltd (40% saham).

 Konsorsium Indonesia terdiri dari empat perusahaan pelat merah. Wijaya Karya menjadi pemegang saham paling besar, yakni 38%. Lalu, PT Perkebunan Nusantara VIII dan PT KAI masing-masing memiliki 25% saham. Sisanya dipegang oleh Jasa Marga, sebesar 12%.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait