Ekspor Mobil Indonesia Naik 189%, TKDN hingga 80%

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendata performa ekspor mobil utuh atau CBU telah pulih yaitu mencapai 480.310 unit pada Januari-Juli 2022.
Andi M. Arief
11 Agustus 2022, 19:07
Pengunjung memadati ruang pamer kendaraan pada pameran otif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2022). GIIAS 2022 yang berlangsung 11 - 21 Agustus 20
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Pengunjung memadati ruang pamer kendaraan pada pameran otif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2022). GIIAS 2022 yang berlangsung 11 - 21 Agustus 2022 diikuti 25 merek kendaraan penumpang dan komersil anggota GAIKINDO serta menghadirkan produk mobil dan sepeda motor terbaru.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendata performa ekspor mobil utuh atau CBU pada Januari-Juli 2022 mencapai 480.310 unit. Ekspor tersebut naik 189,16% secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 166.100 unit.

Selain itu, total ekspor CBU selama tujuh bulan 2022 telah lebih tinggi 63,01% dari total ekspor sepanjang 2021 atau sebanyak 294.639 unit. PT Astra Daihatsu Motor tercatat mengekspor CBU terbanyak pada Januari-Juli 2022 atau hingga 81.827 unit, sementara itu PT PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN mengekspor 76.506 unit.

"Saat ini, industri otomotif Indonesia terus berbenah diri untuk dapat menjadi pahlawan devisa bagi negara. Industri otomotif Indonesia terus mendorong komponen dalam negeri dalam mengembangkan industri nasional sehingga jadi tempat menarik untuk investor," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Kamis (11/8).

Nangoi menyatakan, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari CBU yang diekspor setidaknya mencapai 30%. Namun demikian, sebagian CBU yang diekspor ada yang memiliki TKDN lebih dari 80%.

Menurut Nangoi, mobil yang dibuat di dalam negeri baru menaati standar emisi Euro 4. Secara sederhana, standar Euro 4 membuat emisi yang dikeluarkan ada di bawah batas maksimum bahan pencemar.

TMMIN menyatakan, hal tersebut akan menjadi tantangan di masa depan mengingat beberapa pasar ekspor telah menerapkan standar Euro 5, bahkan hingga Euro 6. Pada Euro 5, partikel emisi yang dikeluarkan lebih kecil dari Euro 4, sedangkan standar Euro 6 mewajibkan kendaraan menurunkan tingkat nitrogen oksida hingga 67%.

Corporate Affairs Director TMMIN Bob Azam mengatakan peningkatan standar menjadi Euro 5 menjadi salah satu evaluasi dari perluasan pasar ekspor ke Australia. Bob menyebutkan telah berdiskusi dengan pemerintah terkait tantangan tersebut.

Adapun, salah satu tantangan dalam meningkatkan standar emisi menjadi Euro 5 adalah infrastruktur fasilitas pengujian emisi. Bob menyebutkan pemerintah mengarahkan agar pembangunan fasilitas pengujian tersebut tidak menggunakan uang negara.

"Pemerintah bukan tidak ada uang, tapi harus ada skema business-to-business untuk membangunnya," kata Bob.

Bob mencatat, TMMIN telah mengekspor mobil dalam berbagai bentuk kepada 130 negara di enam benua, sementara itu ekspor mobil berbentuk CBU telah mencapai 90 negara. Menurutnya, TMMIN belum berencana untuk ekspansi pasar ke Benua Eropa dalam waktu dekat lantaran volume permintaan yang sedikit.

Berdasarkan data Gaikindo, ekspor CBU terbesar TMMIN terjadi pada Maret 2022 atau sebanyak 13.936 unit. Adapun, TMMIN menjadi pengekspor mobil dalam keadaan terurai hingga 25.390 pasang pada Januari-Juli 2022, sedangkan dalam bentuk komponen mencapai 67,55 juta unit.

Total Penjualan

Advertisement

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi memproyeksikan total penjualan retail mobil pada tahun ini dapat mencapai 950.000 unit. Angka tersebut lebih tinggi 10,03% dari capaian 2021 sebanyak 863.348 unit.

Artinya, performa penjualan industri otomotif nasional belum akan kembali seperti sebelum pandemi Covid-19 atau lebih dari 1 juta unit per tahun. Namun demikian Anton menilai proyeksi tersebut cukup baik mengingat kurs rupiah yang terus melemah sejak awal tahun dan harga bahan baku yang terus menanjak.

Anton mengatakan, TAM telah menaikkan harga jual per Juli 2022 akibat pelemahan kurs dan harga bahan baku. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terkait kembali dinaikkannya harga jual pada kuartal IV-2022.

"Tidak semua harga mobil kami naikkan terlalu drastis sehingga pasar kaget. Kami ingin ada kenaikan harga, tapi menjaga pangsa pasar dan volume penjualan," kata Anton. 

 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor mobil Indonesia dalam kondisi utuh (completely built up/CBU) pada semester I 2022 mencapai 393,15 ribu unit. Dari jumlah tersebut, terbanyak adalah mobil dengan merek Daihatsu, yakni mencapai 69,17 ribu unit sepanjang periode Januari-Juni 2022. Porsinya mencapai 17,6% dari total ekspor mobil Indonesia dengan kondisi CBU.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait