Fokus Swasembada Pangan, Jokowi Bangun 61 Bendungan dan Sejuta Irigasi

Pemerintah Indonesia menerima penghargaan dari International Rice Research Instititute (IRRI) karena berhasil swasembada pangan dan meningkatkan ketahanan pangan yang baik.
Tia Dwitiani Komalasari
14 Agustus 2022, 13:14
Petani merontokan padi di Sindarasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/6/2022). Perum Bulog menargetkan untuk menyerap gabah setara beras dari petani sebanyak 330 ribu ton pada puncak musim panen pertama 2022 untuk menjamin pasokan cadangan beras da
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz
Petani merontokan padi di Sindarasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/6/2022). Perum Bulog menargetkan untuk menyerap gabah setara beras dari petani sebanyak 330 ribu ton pada puncak musim panen pertama 2022 untuk menjamin pasokan cadangan beras dalam posisi aman, dengan harga acuan Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp4.200 per kilogram.

Pemerintah Indonesia menerima penghargaan dari International Rice Research Instititute (IRRI) karena berhasil swasembada beras dan meningkatkan ketahanan pangan yang baik. Tercapainya tujuan swasembada beras tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah menggenjot infrastruktur pertanian.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa infrastruktur pertanian merupakan salah satu fokus kerja pemerintahannya. Sejak 2015, dirinya telah membangun 29 bendungan. Jumlah itu ditargetkan bertambah menjadi 38 bendungan pada tahun ini.

"Sampai 2024, ditargetkan 61 bendungan, 4.500 embung, dan 1,1 juta irigasi yang telah kita bangun," kata Jokowi dalam sambutannya di Istana Negara Jakarta Minggu (14/8).

Selain infrastruktur, Jokowi mengatakan, pemerintah juga melakukan berbagai upaya lainnya seperti pemanfaatn varietas unggul padi, intensifikasi lahan pertanian, dan ekstensifikasi lahan pertanian. Upaya tersebut mampu meningkatkan produksi padi Indonesia.

Advertisement

Selama tiga tahun berturut-turut, Indonesia mampu mempertahankan produksi beras sebesar 31,3 juta ton. Produksi tersebut dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga Indonesia tidak memerlukan impor beras.

"Peningkatan dan konsistensi inilah yang dilhat FAO, IRRI, karena jumlah itu adalah jumlah riil," ujar Jokowi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statisti, stok beras Indonesia di lapangan pada akhir April 2022 mencapai 10,2 juta ton. Stok beras ini tersebar di berbagai tempat mulai dari masyarakat, petani, restoran, Bulogm dan beberapa industri pangan.

"Sepuluh koma dua juta ton ini merupakan stok tertinggi dan inilah yang sebabkan kenapa pada hari ini, kita diberikan sertifikat. Bahwa Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan sudah swasembada pangan," ujarnya.

Jokowi juga terus mendorong agar produksi beras Indonesia tidak hanya dikonsumsi secara domestik. Dia berharap produksi beras Indonesia terus meningkat sehingga bisa masuk ke pasar ekspor.

Penghargaan
Sementara itu,  International Rice Research Institute (IRRI) menyerahkan penghargaan pada pemerintah Indonesia atas keberhasilannya yang dinilai mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan dengan baik.


"Kami senang berada di sini untuk merayakan capaian Indonesia dalam sektor agrikultur," kata Direktur Jenderal IRRI. Jean Balie.

Balie mengatakan pencapaian Indonesia itu merupakan langkah besar untuk menciptakan ketahanan pangan nasional, terutama di tengah kondisi geopolitik global. IRRI berkomitmen akan bekerja sama dalam jangka panjang untuk memperkuat sistem ketahanan pangan di Indonesia.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyerahkan plakat kepada Presiden Jokowi sebagai bentuk pengakuan dan ucapan selamat atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi Indonesia mencapai 54,42 juta ton GKG pada 2021. Jika dikonversi menjadi beras, total produksi GKG tersebut kira-kira setara dengan 31,36 juta ton beras. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait