Sinyal Kenaikan BBM Menguat, Mobil Hemat Bahan Bakar Makin Dilirik

Kenaikan bahan bakar minyak atau BBM juga berpotensi menurunkan penjualan otomotif.
Tia Dwitiani Komalasari
21 Agustus 2022, 13:13
Pengunjung melakukan "Test Drive" mobil listrik Hyundai Ioniq yang ada pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (17/8/2022). Mobil
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Pengunjung melakukan "Test Drive" mobil listrik Hyundai Ioniq yang ada pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (17/8/2022). Mobil listrik menjadi kendaraan yang banyak diminati warga di ajang pameran otomotif terbesar se Asia Tenggara GIIAS 2022.

Kenaikan bahan bakar minyak  atau BBM diprediksi akan berdampak pada penjualan otomotif di dalam negeri. Selain itu, masyarakat juga akan lebih banyak melirik kendaraan yang memiliki keunggulan hemat bahan bakar.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa kenaikan BBM harus memperhatikan dampak ekonomi pada masyarakat. Apabila ekonomi terdampak, maka market otomotif akan mengalami penurunan.

"Konsumen kan akan semakin lebih pintar dalam memilih produk-produk apa yang kira-kira akan cocok di dalam kondisi BBM yang mahal, ya pasti kan memilih mobil yang irit," ujar Anton di Tangerang seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/8).

Anton mengatakan Toyota memiliki lini kendaraan irit bahan bakar yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Beberapa pilihan produk tersebut adalah Veloz atau Avanza, dan Raize.

Advertisement

"Yang irit sekarang line up kita apa? Pasti contohnya LCGC dan mungkin untuk di kelas yang model baru Veloz atau Avanza, Raize, atau hybrid. Jadi akan terjadi pergeseran ke segmen-segmen yang lebih irit," kata dia.

Lebih lanjut Anton mengatakan pihaknya juga akan mempersiapkan paket-paket kredit yang lebih longgar untuk menyesuaikan kondisi masyarakat apabila kenaikan BBM benar-benar terjadi.

"Pasti kita akan pantau, kalau memang dibutuhkan paket-paket kredit yang lebih longgar atau yang menyesuaikan dengan konsumen pasti kita akan membuat juga bersama dengan afiliasi kita," ucap dia.

 Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa pemerintah tengah menyusun skema penyesuaian harga untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi tersebut. Pemerintah akan terus mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan data yang akurat sebelum pembatasan diterapkan

“Pemerintah masih menghitung beberapa skenario penyesuaian subsidi dan kompensasi energi dengan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat. Tapi untuk diketahui, Harga BBM di Indonesia relatif lebih murah dibanding mayoritas negara di dunia. Langkah yang disimulasikan termasuk skenario pembatasan volume," ujar Luhut dalam keterangan resmi, Minggu (21/8).

Pada 3 Agustus 2022. PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi mulai 3 Agustus 2022. Harga BBM non subsidi yang naik tersebut, yaitu Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait