Tol Cibitung-Cilincing Beroperasi, Bekasi ke Tj Priok Hanya 30 Menit

Tol Cibitung-Cilincing memiliki rest area khusus logistik yang bisa membantu menekan waktu dwelling time kapal-kapal di Tanjung Priok.
Andi M. Arief
20 September 2022, 16:10
Foto udara gerbang Tol Tarumajaya yang merupakan ruas Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) seksi 3 di Desa Pantai Makmur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/7/2022). JTCC Seksi 2 dan 3 segmen Telaga Asih-Gabus, Muara Bakti-Kanal Banjir Timur sepanjang
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Foto udara gerbang Tol Tarumajaya yang merupakan ruas Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) seksi 3 di Desa Pantai Makmur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/7/2022). JTCC Seksi 2 dan 3 segmen Telaga Asih-Gabus, Muara Bakti-Kanal Banjir Timur sepanjang 24,65 km akan beroperasi serta menjadi akses alternatif dari kawasan industri Bekasi menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Presiden Joko Widodo meresmikan tol Cibitung-Cilincing yang bisa memangkas waktu perjalanan dari wilayah timur Jakarta ke Tanjung Priok dari satu jam menjadi 30 menit. Pasalnya, pengguna jalan dari bagian timur Jakarta kini tidak harus melalui Jakarta Pusat untuk menuju Tanjung Priok.

Jalan Tol Cibitung-Cilincing merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road atau JORR II. Jalan tol tersebut direncanakan akan beroperasi sepanjang 34,8 km.

Namun demikian, jalan tol yang sudah resmi beroperasi baru mencapai 27,2 kilometer, yaitu ruas Cibitung-Telaga Asih, Telaga Asih-Tambelang, dan Tambelang-Tarumajaya.

"Ruas ini menjadi ruas yang penting karena dia mengakomodasi kawasan industri yang ada di wilayah Jabodetabek bagian timur, dan 60%-70% kawasan industri di Jabodetabek ada di sebelah timur Jakarta," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit dalam peresmian Tol Cibitung-Cilincing, Selasa (20/9).

Advertisement

Rest area tol khusus logistik

Danang menilai salah satu fitur yang cukup unik di Tol Cibitung-Cilincing adalah konsep rest area khusus logistik seluas 40 hektar. Tempat peristirahatan tersebut akan menjadi pusat konsolidasi kendaraan niaga yang membawa kontainer yang akan masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Dengan demikian, Danang menilai rest area tersebut akan memangkas waktu tunggu atau dwelling time kapal-kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok. "Ini yang menjadikan ruas Cibitung-Cilincing penting dari keseluruhan JORR II," kata Danang.

Di samping itu, Danang mencatat Tol Cibitung-Cilincing dapat memikul beban yang lebih berat dari jalan bebas hambatan pada umumnya. Hal tersebut merupakan bagian dari rancangan Tol Cibitung-Cilincing sebagai jalan bebas hambatan khusus logistik.

Danang mendata jalan bebas hambatan pada umumnya dirancang untuk hanya dapat menampung kendaraan berat sebesar 15-20% dari total volume lalu lintas atau VLL. Namun demikian, Tol Cibitung-Cilincing dapat menampung kendaraan berat hingga 30% dari total VLL.

Dengan demikian, Tol Cibitung-Cilincing dapat menahan kendaraan dengan muatan 8-10 ton per gandar kendaraan. Artinya, efisiensi pelaku usaha logistik pun dapat meningkat saat menggunakan jalan bebas hambatan tersebut.

Pembangunan jalan tol dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways dengan total nilai investasi sekitar Rp 12,91 triliun dan biaya konstruksi Rp7,48 triliun.

 Adapun, kontraktor pembangunan Tol Cibitung-Cilincing adalah PT. Waskita Karya. Sementara itu, konsultan supervisi PT. Virama Karya SMEC Denka.

Konstruksi seksi 4 Tarumajaya-Cilincing sepanjang 7,52 Km dijadwalkan rampung pada Desember 2022. Hingga 29 Agustus 2022, progres konstruksi seksi 4 telah mencapai 83,09%.

Presiden Joko Widodo mengatakan pengoperasian Tol Cibitung-Cilincing dapat mempercepat mobilitas barang. Secara khusus, Kepala Negara berpendapat transportasi barang dari beberapa kawasan industri di Bekasi dan Karawang ke Tanjung Priok. Alhasil, Presiden Jokowi mengatakan Tol Cibitung-Cilincing dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), panjang jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia sampai Februari 2022 mencapai 2.499,06 km. Berikut panjang jalan tol yang beroperasi di setiap era presiden Indonesia.

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait