Atasi Banjir Jakarta, Bendungan Ciawi dan Sukamahi Rampung Akhir 2022

Penyelesaian proyek bendungan Ciawi dan Sukamahi molor dari target yang ditetapkan yaitu Agustus 2022.
Nadya Zahira
29 September 2022, 22:38
Aktivitas pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/5/2021).
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
Aktivitas pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/5/2021).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) menargetkan pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang terletak di Bogor, Jawa Barat, dapat selesai pada akhir 2022. Kedua bendungan ini merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) dari hulu hingga hilir untuk mengurangi kerentanan bencana banjir di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

 “Mengenai proses Bendungan Ciawi dan Sukamahi, maka dari itu saya minta doanya, InsyaAllah kurang lebih akan rampung pada akhir Oktober atau awal November,” ujar Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR, Jarot Widyoko dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/09).

 Kementerian PUPR terus melakukan upaya untuk penyelesaian konstruksi dari kedua bendungan tersebut. Jarot berharap, Bendungan Ciawi dan Sukamahi dapat meminimalisasi banjir, terutama di wilayah Jakarta. 

 Jarot mengatakan, kedua bendungan ini memang seharusnya rampung pada Agustus 2022. Namun karena terdapat beberapa kendala sehingga mengakibatkan  pembangunan menjadi tertunda sampai saat ini.

Advertisement

 “Kendalanya itu karena cuaca, jadi disana udaranya dingin, kalau pagi berembun dan mempengaruhi dari pada tanahnya, kalau dipadatkan juga tidak boleh, karena masih basah, sedangkan sore hujan terus,” ujar Jarot.

Jarot juga mengatakan, dengan adanya kendala tersebut, PUPR melalui Ditjen SDA melakukan upaya untuk terus memonitor tekanan air porinya, sehingga tidak melebihi dari beban yang ada.

Sementara itu, bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,05 juta m3 dengan luas genangan 39,40 hektare untuk mereduksi banjir sebesar 111,75 meter kubik/detik. Kontrak pembangunannya senilai Rp 798,70 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT Sana (KSO).

Sedangkan untuk Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 hektare. Bendungan ini dapat mereduksi banjir sebesar 15,47 meter kubik/detik.

Pembangunan Bendungan Sukamahi ini sudah dilakukan perencanaannya sejak 1990-an, namun mulai dibangun pada 2017 dengan kontrak pembangunan senilai Rp 464,93 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya-Basuki KSO.

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sampai tahun 2021 sudah ada 29 bendungan yang selesai dibangun. Sementara 32 bendungan lain masih dalam masa konstruksi (on going).

"Sampai 2024 akan kita selesaikan kurang lebih 61 bendungan plus 4.500 embung, dan 1,1 juta jaringan irigasi yang telah kita bangun selama 7 tahun ini," ujar Presiden Jokowi, seperti dilansir situs Setkab.go.id, Minggu (14/8/2022).

Grafik:

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait