Naik Kereta Kini Cukup Pindai Wajah, Tak Perlu Periksa KTP dan Tiket

Teknologi face recognition atau teknologi pengenalan wajah ini mulai diterapkan di Hall Utara Stasiun Bandung dan digunakan di seluruh stasiun kereta api jarak jauh pada awal 2023.
Andi M. Arief
30 September 2022, 15:18
Penumpang KA Argo Parahyangan saat Memakai Fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung (30/09/2022).
Dok. PT KAI
Penumpang KA Argo Parahyangan saat Memakai Fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung (30/09/2022).

PT Kereta Api Indonesia atau KAI akan menerapkan teknologi pengenalan wajah di gerbang keberangkatan bagi penumpang kereta. Teknologi tersebut membuat penumpang tidak lagi harus menunjukkan dokumen vaksinasi, KTP, maupun tiket kereta dalam bentuk apa pun.

Teknologi tersebut akan diberlakukan di seluruh stasiun dengan layanan kereta jarak jauh pada awal 2023. Saat ini, layanan tersebut baru tersedia di Hall Utara Stasiun Bandung.

"Cukup 1 detik waktu yang dibutuhkan untuk memastikan wajah pelanggan dan proses verifikasi seluruh data yang tersimpan di sistem KAI. Hal tersebut akan sangat mempermudah pelanggan dan memperlancar antrean proses boarding," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi, Jumat (30/9).

Penumpang kereta harus registrasi

Untuk menggunakan fasilitas tersebut pelanggan harus melakukan registrasi di stasiun melalui alat pembaca KTP elektronik. Registrasi tersebut akan berlaku selamanya.

Saat registrasi, pengguna jalan harus memindai KTP elektroniknya dan mendaftarkan satu jari telunjuk di mesin khusus. Seusai registrasi, penumpang kereta hanya perlu menunjukkan wajah ke arah kamera khusus di gerbang keberangkatan saat mendekati waktu keberangkatan.

Registrasi tersebut dapat dilakukan di Customer Service, Vending Machine, ataupun Check in Counter yang telah dilengkapi e-KTP reader. Joni mengatakan proses registrasi akan dikembangkan secara daring pada masa depan.

Jika penumpang tidak memiliki KTP elektronik atau kehilangan KTP elektronik, proses keberangkatan masih bisa dilakukan di gerbang konvensional.

Advertisement

Jono menegaskan KAI telah memiliki manajemen keamanan informasi yang baik. Selain itu, KAI secara rutin meningkatkan keamanan data yang dikelola.

“Penerapan Face Recognition Boarding Gate diharapkan semakin mempermudah pelanggan dalam melakukan perjalanan. Karena proses boarding yang jauh lebih cepat dan praktis, akan membuat pelanggan menjadi lebih nyaman dalam menikmati seluruh proses perjalanan menggunakan kereta api,” kata Joni.

PT KAI TERAPKAN FACE RECOGNITION, BOARDING KINI CUKUP PINDAI WAJAH
PT KAI TERAPKAN FACE RECOGNITION, BOARDING KINI CUKUP PINDAI WAJAH (Dok. PT KAI)

 

KAI mendata telah melayani 593.471 pelanggan atau rata-rata 84.782 pelanggan per hari pada periode 4-10 September 2022. Angka tersebut naik 3% dibanding pekan sebelumnya yaitu sebanyak 573.176 pelanggan atau rata-rata 81.882 pelanggan per hari.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penumpang kereta api menunjukkan pertumbuhan sepanjang periode 2015-2019 seperti terlihat pada grafik.

Grafik:

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait