35 Pabrik Otomotif RI Siap Produksi Motor Listrik, Target 2 Juta Unit

Pemerintah menetapkan aturan agar motor listrik yang digunakan kendaraan dinas wajib memenuhi batas tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN.
Nadya Zahira
4 Oktober 2022, 19:41
Pekerja memasang baterai saat mengonversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik di Lengkong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/9/2022).
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.
Pekerja memasang baterai saat mengonversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik di Lengkong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/9/2022).

Kementerian Perindustrian menargetkan kapasitas produksi dua juta unit motor listrik pada 2023. Saat ini,  sudah ada 35 pabrikan otomotif Indonesia yang siap memproduksi sepeda motor listrik.

“Kami terus melakukan pendalaman terkait dengan industri kendaraan electric vehicle, baik itu untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Khusus untuk roda dua, ada target dari Bapak Presiden dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa segera memproduksi dua juta unit,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat acara Focus Group Discussion (FGD) B20 Side Event - Ready to eMove di Jakarta, Selasa (4/10).

Dia mengatakan, kapasitas produksi motor listrik di Indonesia saat ini baru mencapai satu juta unit per tahun. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat hingga dua juta unit sampai tahun depan.

Motor listrik untuk kendaraan dinas

Agus mengatakan, Kemenperin telah mengeuarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle). Dalam aturan tersebut, setiap kendaraan listrik yang bisa menjadi mobil dinas diwajibkan untuk memenuhi  Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Advertisement

“Dengan demikian, kendaraan listrik yang telah memenuhi batasan minimal TKDN sesuai Perpres 55 Tahun 2019 dapat mengisi permintaan kendaraan dinas dan operasional pemerintah sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 2022,” ujar Agus.

Agus juga mengungkapkan bahwa dalam upaya mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di tanah air, Kemenperin tengah mempersiapkan satu standar baterai yang sama, sehingga penggunaan charging station dan swap battery akan bisa lebih mudah. 

“Terkait hal ini, Kemenperin sedang melakukan pembicaraan dengan produsen sepeda motor dan produsen dari baterai supaya ada keseragaman dari baterai, sehingga baterai yang digunakan dari Aceh sampai Papua semuanya sama. Proses ini sedang berlangsung,” ujar Agus.

 Menurut data Canalys, perusahaan riset teknologi asal Singapura, sepanjang semester I-2022 ada sekitar 4,2 juta unit kendaraan listrik (electric vehicles/EV) yang terjual di seluruh dunia. Angka penjualan ini naik 63% dibandingkan semester I tahun lalu.

Penjualan kendaraan listrik yang tercatat di sini mencakup kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicles/BEV) dan kendaraan listrik hibrida (plug-in hybrid electric vehicles/PHEV)Adapun pada paruh awal tahun 2022. Tiongkok menjadi negara asal pembeli kendaraan listrik terbanyak, yakni sekitar 2,4 juta unit. Jumlah ini mencapai 57% dari total penjualan kendaraan listrik global di periode tersebut.

Adapun pada paruh awal tahun 2022 Tiongkok menjadi negara asal pembeli kendaraan listrik terbanyak, yakni sekitar 2,4 juta unit. Jumlah ini mencapai 57% dari total penjualan kendaraan listrik global di periode tersebut.

 

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait