Kemendag Pertimbangkan Setop Impor Etilen Glikol Pemicu Gagal Ginjal

Kementerian Perdagangan saat ini masih berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan mengenai penemuan etilen glikol dan zat berbahaya lainnya pada obat sirop yang menyebabkan gangguan ginjal akut.
Nadya Zahira
25 Oktober 2022, 13:54
Petugas Dinas Kesehatan Solo melakukan pengecekan obat berbahan cair atau sirop saat kegiatan Sidak Apotek di Solo, Jawa Tengah, Senin (24/10/2022).
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.
Petugas Dinas Kesehatan Solo melakukan pengecekan obat berbahan cair atau sirop saat kegiatan Sidak Apotek di Solo, Jawa Tengah, Senin (24/10/2022).

Kementerian Perdagangan atau Kemendag mempertimbangkan untuk menghentikan impor zat kimia berbahaya yang menjadi penyebab kasus gangguan ginjal akut pada anak. Zat tersebut adalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butyl ether (EGBE).

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Didi Sumedi, mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan mengenai hal tersebut.

 

"Kita tunggu lebih jelas lagi peraturannya dari Kemenkes, apa yang diperlukan. Dari sisi perdagangannya, misalnya kita harus setop dulu impor, ya kita tidak dulu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (25/10).

Advertisement

Namun demikian, dia mengatakan bahwa yang terpenting adalah tidak menggunakan produk yang berbahaya seperti etilen glikol. "Yang terkait dengan ekspor impornya belum sejauh itu," kata dia.

Saat ditanya perusahaan apa saja yang mengimpor EG, DEG, dan EGBE, Didi belum bisa memberikan keterangan. "Belum saya cek, nanti dilihat dulu," ujarnya.

Impor etilen glikol

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Farmasi, F. Tirto koesnadi, menjelaskan bahwa produsen farmasi memang biasa mencampurkan obat sirop dengan bahan lain untuk  mengikat bahan-bahannya. Namun demikian, Tirto menolak menjelaskan secara rinci seberapa banyak  perusahaan yang menggunakan EG, DEG, dan EGBE sebagai pelarut.

"Memang semua perusahaan di Indonesia yang membuat parasetamol pasti dicampur dengan produk lain," kepada Katadata.co.id, Rabu (19/10).

Mengutip data The Observatory of Economic Complexity (OEC), pada tahun 2020 Indonesia mengimpor bahan kimia EG senilai US$147 juta. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara pengimpor etilen glikol terbesar ke-9 di skala global.

 Apa itu etilen glikol?

Menurut OEC, etilen glikol adalah bahan baku industri untuk pembuatan material sintetis sejenis plastik seperti poliester dan poliuretan. Etilen glikol juga digunakan untuk produksi minyak rem, oli kendaraan, zat antibeku (antifreeze) di mesin radiator kendaraan, tinta pulpen, dan lain-lain.

Perpustakaan Kedokteran Amerika Serikat (National Library of Medicine/NLM) menyatakan etilen glikol merupakan bahan kimia yang berbahaya bila masuk ke tubuh manusia.

"Bila tertelan dalam jumlah besar, etilen glikol bisa menyebabkan tiga dampak kesehatan yaitu depresi sistem saraf pusat, gangguan sistem jantung-paru (kardiopulmoner), dan kerusakan ginjal," kata NLM di situs resminya.

 

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait