Kasus Penumpang Siram Petugas KAI dengan Kuah Odeng Berakhir Damai

Calon penumpang yang menumpahkan kuah odeng ke petugas KAI kembali mendatangi stasiun Gambir dan menyampaikan permohonan maaf.
Tia Dwitiani Komalasari
28 Oktober 2022, 07:30
Pertemuan antara penumpang dan petugas KAI terkait peritiswa penyiraman kuah odeng di Stasun Gambir, Kamis (27/10).
Humas KAI Daop I
Pertemuan antara penumpang dan petugas KAI terkait peritiswa penyiraman kuah odeng di Stasun Gambir, Kamis (27/10).

Media sosial sempat dihebohkan dengan viral calon penumpang yang menyiram petugas dengan kuah odeng karena dilarang naik kereta api. Kemarin, kedua belah pihak telah bertemu dan kejadian ini pun berakhir damai.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia atau KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa pertikaian tersebut telah diselesaikan. Penumpang dan petugas KAI telah melakukan pertemuan di Stasiun Gambir pada Kamis (27/10) pukul 16.00 WIB.

"Terkait informasi penyiraman makanan berkuah pada petugas Stasiun Gambir, dapat disampaikan bahwa hal tersebut sudah diselesaikan, penumpang sudah datang dengan itikad baik, dan petugas serta penumpang sudah saling memaafkan, " ujar Eva dalam keterangan tertulis, Kamis (27/10).

Saat klarifikasi dan memohon maaf, Eva mengatakan, penumpang membawa serta bukti manual vaksin. Penumpang mengaku sudah vaksin ketiga namun yang bersangkutan melakukan kesalahan input data NIK sehingga tidak masuk di aplikasi PeduliLindungi

Advertisement

"Sehingga secara otomatis sistem boarding yang terintegtasi dengan aplikasi peduli lindungi belum terdata vaksin ketiga dan sistem membaca data vaksin hanya baru vaksin kedua," ujar Eva.

Eva mengatakan, Daop 1 Jakarta berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Seluruh pengguna jasa diimbau dapat menyampaikan hal secara baik- baik kepada petugas jika ada yang dirasa tidak berkenan.

"Manajemen KAI sangat terbuka untuk seluruh masukan ataupun penyampaian terkait berbagai hal yang diberikan oleh penumpang dan komitmen akan dilayani dengan baik," tuturnya.

Kronologi kejadian

Eva mengatakan, awal mula peristiwa tersebut terjadi pada Senin 24 Oktober 2022. Saat itu, calon penumpang yang akan menggunakan KA Argo Parahyangan tujuan bandung tidak dapat melanjutkan proses boarding dan tidak diizinkan untuk naik kereta api.

Pasalnya, sistem boarding menunjukkan bahwa penumpang tersebut belum melengkapi persyaratan vaksin ketiga atau booster. 

"Calon penumpang tersebut juga tidak bisa menunjukkan berkas lain seperti surat keterangan dari rumah sakit pemerintah jika memang tidak dapat divaksin karena alasan medis," kata Eva.

Setelah dijelaskan petugas boarding, penumpang diarahkan untuk segera melakukan pembatalan tiket. Hal itu mengingat waktu yang terbatas untuk mekanisme pembatalan tiket hanya dapat dilakukan paling lama 30 menit sebelum KA berangkat.

Pada saat di loket pembatalan, petugas kembali menjelaskan mekanisme pembatalan sesuai SOP. Namun, Eva mengatakan, calon penumpang tersebut secara sengaja menyiram petugas dengan makanan berkuah.

Setelah melakukan perbuatan tersebut penumpang langsung pergi. Namun demikian, kejadian tersebut viral di media sosial setelah dibagikan oleh salah satu rekan petugas KAI yang disiram dengan kuah odeng. 

"Mohon perhatian buat semua penumpang pengguna jasa kereta api untuk bisa memenuhi persyaratan sebelum menggunakan jasa kereta yaitu diwajibkan booster. Sore ini ada kejadian, gue dinas berdua di loket dan temen gue disiram satu mangkok oden Lawson beserta kuah, cup, dan isi lainnya dalam keadaaan kuah oden anget sama penumpang yang gak bertanggung jawab dan arogan," kata akun Instagram @tiarajede dalam storynya.


News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait