Hibah Rp 4,3 T, Citi Foundation Bantu UMKM Buka 6.000 Lapangan Kerja

Program “Pathway to Progress” yang diselenggarakan Citi Foundation telah melaksanakan 60.000 pelatihan keahlian kerja pada UMKM/
Reza Pahlevi
26 November 2022, 14:28
Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi, dalam acara Diskusi Interaktif Bangun Masyarakat Tangguh Melalui Keuangan Berkelanjutan di Yogyakarta, Jumat (25/7).
Reza Pahlevi/Katadata
Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi, dalam acara Diskusi Interaktif Bangun Masyarakat Tangguh Melalui Keuangan Berkelanjutan di Yogyakarta, Jumat (25/7).

Citi Indonesia, lewat yayasannya Citi Foundation, telah mengalokasikan hibah senilai Rp 4,3 triliun untuk program pengembangan masyarakat dan usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM sejak 2014. Di Indonesia, dana hibah ini telah menjangkau lebih dari 73 ribu masyarakat di berbagai daerah.

Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyebut program bernama “Pathway to Progress” ini fokus meningkatkan peluang pertumbuhan ekonomi dan kemampuan kerja generasi muda.

“Program ini telah melaksanakan 60.000 pelatihan keahlian kerja dan membuka 6.000 lapangan kerja baru,” ujar Batara dalam sebuah acara di Magelang, Jumat (25/11).

Dalam pelaksanaan program, Citi bekerja sama dengan lembaga-lembaga non pemerintah seperti United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), Prestasi Junior Indonesia (PJI), dan United Nations Development Programme (UNDP).

Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari, menjelaskan program ini berfokus pada beberapa aspek utama. Contohnya, pengelolaan keuangan rumah tangga, pengelolaan usaha di tengah pandemi, perencanaan usaha, hingga pelaporan keuangan UMKM.

Puni menambahkan, hasil studi Citi Indonesia bersama Kiroyan Partners menemukan program ini yang telah berjalan sejak 2015 hingga 2021 ini telah menghasilkan dampak yang signifikan.

“82% penerima manfaat merasakan peningkatan kapasitas dan pengetahuan dalam hal-hal terkait literasi keuangan, kemampuan kerja, dan kewirausahaan,” kata Puni dalam acara yang sama.

Puni juga mengungkapkan program pengembangan masyarakat ini telah dilakukan di berbagai daerah, antara lain Sumatra Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Bantu UMKM bertahan saat pandemi

Salah satu program yang dihasilkan dari dana hibah ini adalah KitaMudaKreatif yang dilakukan bersama UNESCO. Andreas Aan Sugiarto (40), salah satu penerima manfaat, merasa program tersebut telah membantunya dalam mengembangkan bisnisnya.

“Program KitaMudaKreatif membantu saya dalam mengelola usaha, kesempatan berkolaborasi dengan pelaku usaha lain, serta bantuan branding,” katanya ketika dikunjungi di penginapannya di Magelang, Jumat (25/11).

Andreas adalah seorang pemilik penginapan di sekitar Candi Borobudur yang menjadi penerima manfaat program pada 2018. Tidak hanya itu, Andreas juga bergabung dengan program UNESCO lain untuk penguatan kapasitas pemilik penginapan dan pemandu wisata di daerah Candi Borobudur.

Penerima manfaat lain, Fitnasih (31), bergabung di program yang sama sebagai pemandu wisata di sekitar Candi Borobudur. Fitnasih, atau yang biasa dipanggil Cemplon, merasa program tersebut membantunya bertemu dengan banyak wisatawan. Dia bahkan dilibatkan dalam program-program Kementerian Pariwisata di Candi Borobudur berkat program ini.

Program ini juga membantu Cemplon ketika pandemi Covid-19 membuat usaha pariwisatanya mandek. Berkat mentor-mentor di program tersebut, Cemplon memulai usaha racikan jamu dengan brand “Wedang Rempah Cemplon Khas Borobudur”.

Hasil penjualan racikan jamu tersebut tidak hanya membuat Cemplon berhasil bertahan dari pandemi Covid-19 tetapi juga menjadi sumber pendapatan lain baginya. Hari ini, Cemplon masih berjualan jamu hasil racikannya di sela kesibukan menjadi pemandu wisata.

 Menurut ASEAN Investment Report yang dirilis September 2022, Indonesia memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbanyak di kawasan ASEAN.

Laporan tersebut mencatat jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2021 mencapai sekitar 65,46 juta unit. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding negara-negara tetangga seperti terlihat pada grafik.

Reporter: Reza Pahlevi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait