Stok menipis, Badan Pangan Catat 4 Komoditas Ini Harus Segera impor

Nadya Zahira
9 Desember 2022, 18:55
Pekerja menuangkan kedelai sebagai bahan dasar pembuatan tahu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/12/2022). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjanjikan harga kedelai akan turun mulai akhir Desember atau paling lambat Januari 2023, sement
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.
Pekerja menuangkan kedelai sebagai bahan dasar pembuatan tahu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/12/2022). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjanjikan harga kedelai akan turun mulai akhir Desember atau paling lambat Januari 2023, sementara saat ini harga kedelai masih mahal dengan harga rata-rata nasional kedelai biji kering (impor) Rp14.740 per kilogram.

Badan Pangan Nasional atau Bapanas mencatat terdapat empat komoditas pangan yang membutuhkan pasokan impor dalam waktu dekat karena stoknya menipis. Empat komoditas tersebut adalah kedelai, bawang putih, gula, dan daging lembu.

Namun demikian, stok kedelai paling mengkhawatirkan di antara empat komoditas tersebut. Berdasarkan catatan Badan Pangan Nasional per 25 November 2022, stok kedelai akhir Desember mencapai 58,708 ribu ton. Ketahanan stok tersebut hanya untuk 7 hari.

Sementara stok bawang putih hingga akhir Desember mencapai 200.652 ribu ton. Adapun untuk stok daging lembu hingga akhir Desember, tercatat mencapai hingga 130.821 ribu ton, dan gula konsumsi stoknya mencapai 940.920 ribu ton.

Direktur Ketersedian Pangan Badan Pangan Nasional, Budi Wariyanto mengatakan, pihaknya tengah khawatir karena stok kedelai diprediksi tidak bisa mencukupi hinggal akhir tahun. Badan Pangan Nasional sudah mengirim surat kepada para importir untuk segera mempercepat pengiriman stok kedelai.

 "Kedelai ini ada kekhawatiran, kalau kita lihat kebutuhan kedelai rata-rata 245 ribu ton per bulan, " ujar Budi dalam diskusi Orkestrasi NFA Dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Jumat (9/12)

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan impor kedelai sebanyak 350 ribu ton diperkirakan tiba akhir bulan ini. Impor kedelai tersebut berasal dari Amerika Serikat.

Zulkifli mengatakan sudah menugaskan Bulog untuk impor kedelai sebanyak 350 ribu ton. Proses impor tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 45 hari.  

"Tapi belom sampai barangnya. Impornya dari Amerika sana perlu waktu 45 hari. Mungkin akhir Desember sampai," ujarnya sata ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, di Jakarta, Rabu (7/12).

 Amerika Serikat merupakan pemasok utama impor kedelai Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, impor kedelai dari AS mencapai 1,37 juta ton senilai US$955,3 juta sepanjang periode Januari-Agustus 2022.

Volume impor kedelai dari Negeri Paman Sam tersebut porsinya mencapai 81,72% dari total impor gandum nasional seberat 1,68 juta ton sepanjang Januari-Agustus tahun ini.

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait