Warga Indonesia Tercatat Kurang Piknik, Rata-rata 2,6 Kali per Tahun

Nadya Zahira
13 Desember 2022, 07:27
Pengunjung menikmati perairan Pulau Sironjong Ketek di Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (8/12/2022).
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/hp.
Pengunjung menikmati perairan Pulau Sironjong Ketek di Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (8/12/2022).

Data United Nation The World Tourism Organization atau UNTW mencatat rata-rata jumlah perjalanan wisatawan nusantara per penduduk di Indonesia hanya 2,6 kali per tahun. Jumlah perjalanan tersebut lebih rendah dibandingkan wisatawan  lain di Asia.

Data yang dirilis pada 2019 tersebut menunjukkan bahwa wisatawan Malaysia memiliki rata-rata perjalanan 10,3 kali ; Korea Selatan 6,6 kali; Cina 5,7 kali; Jepang 4,7 kali dan Thailand 3,6 kali. Sementara warga Australia tercatat memiliki rata-rata perjalanan 14,3 kali per tahun.

Saat ini, posisi Indonesia tercatat masih lebih unggul dibanding Vietnam yang hanya sebanyak 1,7 kali, India 1,1 kali dan Filipina 1,0 kali.

"Indonesia masyarakatnya kurang piknik. Bayangkan rata-rata setahun penduduk Indonesia cuma 2,6 kali bepergian. Dibandingkan dengan masyarakat dunia lainnya tentu sangat jauh," ujar Direktur SDM dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Herdy Harman, dalam acara Ngopi BUMN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (12/12).

Kendati demikian, Herdy mengatakan bahwa potensi wisatawan nusantara dapat dimaksimalkan hingga 5 kali mendekati Cina. Penigkatan jumlah perjalanan wisatawan Indonesia menjadi lima kali dapat memberikan dampak ekonomi langsung sekitar Rp 3281,7 triliun, atau setara dengan 18,4% dari PDB.

 Oleh sebab itu, Herdy meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa meningkatkan perjalanan wisatanya di nusantara dan mengurangi pberwisata ke luar negeri. Pasalnya, destinasi wisata yang terdapat di Indonesia cukup memiliki potensi yang baik, dan bisa terus meningkat.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, ada 603,2 juta perjalanan wisatawan nusantara alias turis lokal sepanjang 2021. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang sebanyak 14,95% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 524,57 juta perjalanan.

 Berdasarkan tujuannya, Jawa Timur merupakan provinsi yang paling banyak dikunjungi turis lokal. Jumlahnya sebanyak 155,49 juta perjalanan atau setara 25,79% dari total perjalanan wisatawan nusantara.

 Provinsi yang paling banyak dikunjungi berikutnya adalah Jawa Tengah sebanyak 146,02 juta perjalanan. Persentasenya mencapai  24,22% dari total perjalanan wisatawan nusantara tahun lalu.

 Kemudian, terdapat sebanyak 95,19 juta perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat. Diikuti perjalanan wisatawan lokal Banten dan DKI Jakarta yakni masing-masing sebanyak 37,36 juta perjalanan dan 36,73 juta perjalanan wisatawan nusantara.

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait