Hasil Survei: Kepercayaan Masyarakat pada Polri Anjlok, DPR Terendah

Ade Rosman
22 Desember 2022, 20:56
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo (kanan) berpelukan dengan istrinya yang juga terdakwa Putri Candrawathi (kiri) saat mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (13/12/2022). Sidang tersebut beragendakan
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo (kanan) berpelukan dengan istrinya yang juga terdakwa Putri Candrawathi (kiri) saat mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (13/12/2022). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan kesaksian tiga orang saksi yakni Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Hasil survei nasional yang dirilis oleh lembaga survei Charta Politika Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri turun drastis pada Juni Hingga September 2022 lalu.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, mengatakan hasil tersebut tidak mengherankan. Apalagi Polri sedang disorot masyarakat luas setelah beberapa kasus besar yang menjerat pejabat tingginya, seperti kasus pembunuhan ajudan pribadi yang dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, dan kasus narkoba yang melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa.

"Kita tahu kasus Sambo ini kan bukan hanya sekadar tentang individu Sambo, tapi kemudian ada beberapa kasus lain, ada Teddy Minahasa, dan kemudian ini menjadi perbincangan. Bagaimana wajah Polri yang sesungguhnya ya, kadang-kadang di belakang layar sering diomongkan dalam konteks negatif juga, walaupun banyak juga yang positif, dan saya pikir ini cukup menampar Polri," kata pria yang akrab dipanggil Toto, dalam paparannya, Kamis (22/12).

Namun demikian, dari posisi Polri dalam survey tersebut masih berada satu tingkat di atas DPR yang menempati posisi juru kunci dalam survey tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tinggi negara.

Berikut hasil yang ditampilkan dalam surveu nasional tersebut:

1. TNI (89,2%)

2. Kepresidenan/Presiden (79,4%)

3. Mahkamah Agung (76,2%)

4. Mahkamah Konstitusi (74,6%)

5. Kejaksaan Agung (72,8%)

6. MPR (72,7%)

7. KPK (71,8%)

Advertisement

8. DPD (64%)

9. Polri (62,4%)

10. DPR (61,9%).

Pada survei tersebut, terdapat peningkatan kepercayaan publik pada Polri dalam kurun waktu September-Desember 2022, Toto berpandangan, hasil tersebut didapatkan karena adanya perbaikan yang dilakukan polri. Menurut Toto, perbaikan itu dilakukan karena Polri menyadari bahwa kinerjanya sedang disorot.

"Kepercayaan publik pada Polri sedang rendah-rendahnya, dan dengan situasi sekarang di mana publik mudah memvideokan, itu membuat Polri, entah terpaksa atau sebuah kesadaran, melakukan perbaikan hingga akhirnya menaikkan angka survei.

Meski begitu, Toto, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah awal yang baik. Toto mengingatkan bahwa mengembalikan reputasi yang rusak memerlukan usaha berkali-kali lipat untuk memperbaikinya.

Adapun, Charta Politika Indonesia melakukan survei pada 8-16 Desember 2022. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel dalam survei tersebut sebanyak 1220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi, dengan menggunakan  metode acak bertingkat (multistage random sampling) dan margin of error +/-  2.83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berdasarkan data Polri, ada 1.305 kasus pelanggaran kode etik yang dilakukan personil Polri pada 2021. Sebanyak 2.621 kasus pelanggaran disiplin dan terdapat 1.024 kasus pelanggaran pidana yang dilakukan personil Polri sepanjang tahun lalu.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait