Sejumlah Layanan Kapal Laut Dihentikan karena Cuaca Buruk

Tia Dwitiani Komalasari
24 Desember 2022, 14:20
Sejumlah kendaraan menumpuk saat kapal terdampak cuaca buruk di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (22/12/2022).
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/foc.
Sejumlah kendaraan menumpuk saat kapal terdampak cuaca buruk di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (22/12/2022).

Sejumlah pelayaran kapal penumpang dan barang dihentikan akibat cuaca buruk. Kondisi cuaca tersebut menyebabkan risiko gelombang tinggi yang berisiko bagi keselamatan pelayaran.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sudah mengeluarkan peringatan mengenai potensi cuacan esktrem pada akhir tahun yang bersamaan dengan masa libur natal dan tahun baru.

“Kami telah berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk mengantisipasi potensi cuaca yang tidak bersahabat pada akhir tahun,” ujar Menhub saat melakukan pemantauan jalur tol Jakarta – Cikampek, Jumat (23/12).

Berikut sejumlah pelayaran penumpang yang ditunda akibat cuaca buruk:

1. Kapal lintasan Lombok-Sumbawa

Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Provinsi Bali mengeluarkan pengumuman tentang penundaan keberangkatan kapal penyeberangan lintas Kayangan Pulau Lombok-Pototano Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penundaan dilakukan karena kondisi cuaca ekstrem pada pukul 10.20 WITA-11.30 WITA, Sabtu (24/12).

Hal itu menyebabkan sebagian pelayaran dibatalkan. Dari 27 kapal feri yang beroperasi, hanya 10 yang bisa dilayani.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kayangan Iskandar mengatakan bahwa kecepatan angin di tengah laut mencapai 40-50 knot dan tinggi gelombang laut sekitar dua hingga tiga meter.

Kondisi tersebut berbahaya bagi keselamatan pelayaran karena kecepatan angin yang layak bagi pelayaran yakni 20-25 knot dan tinggi gelombang laut 0,5 hingga 1,5 meter.

 2. Pelayaran ke Natuna dan Anambas

PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tanjung Uban, Provinsi Kepulauan Riau menghentikan sementara layanan kapal penumpang menuju Kepulauan Anambas dan Natuna karena cuaca buruk.

"Kapal roro, atas keputusan manajemen ASDP, menunda keberangkatan berdasar perkiraan cuaca dan peringatan gelombang tinggi BMKG," kata Kepala UPT Penyelenggara Pelabuhan Wilayah IV Kabupaten Natuna dan Anambas, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Fadhal di Natuna, Jumat (24/12)

Tidak hanya kapal Roro, hal serupa juga berlaku bagi kapal Pelni seperti Sabuk Nusantara yang dihentikan sementara dalam melayani rute Natuna-Anambas, kecuali KM Bukit Raya untuk sementara waktu belum mengalami perubahan jadwal.

Sementara itu, kapal angkutan barang saat ini juga belum melakukan pelayaran karena cuaca buruk dan diperkirakan akan berdampak pada persediaan bahan pangan, sebagaimana telah disampaikan oleh Satgas Pangan Kabupaten Natuna beberapa hari lalu.

3. Pelayaran Bakauheni- Merak

Layanan kapal feri penyeberangan Bakauheni- Merak sempat dihentikan akibat cuaca buruk pada Kamis (22/12). Akibatnya, kendaraan yang akan menyebrang sempat menumpuk di pelabuhan, Namun demikian, layanan kapal penyebrangan tersebut kini telah normal sejak Jumat dini hari (23/12).

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Suharto, mengatakan cuaca buruk dan angin kencang yang terjadi di Pelabuhan Merak Banten cukup mengganggu dan membahayakan kapal untuk proses bongkar muat, sedangkan di pelabuhan Bakauheni tidak terlalu ekstrem dibandingkan Merak.

"Di Pelabuhan Bakauheni tidak se-ekstrem di Pelabuhan Merak, tetapi kita menyesuaikan dengan kondisi di sana," kata dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak dilanda bencana cuaca ekstrem sepanjang 2021.

BPS mencatat jumlah kejadian cuaca ekstrem di Jawa Barat sepanjang tahun lalu mencapai 478 kejadian. Jumlah ini bahkan dua kali lebih banyak dari Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan jumlah 206 kejadian.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait