Bandara Komodo Berbenah Sambut Pelaksanaan KTT ASEAN ke-42

Nadya Zahira
24 Januari 2023, 12:36
Sejumlah calon penumpang berjalan menuju pesawat di Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (22/1/2020). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan perpanjangan landasan pacu atau "runway" Bandara Komodo dari semula 2.250 m
ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Sejumlah calon penumpang berjalan menuju pesawat di Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (22/1/2020). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan perpanjangan landasan pacu atau "runway" Bandara Komodo dari semula 2.250 meter menjadi 2.750 meter selesai pada Desember 2020.

Bandara Komodo berbenah untuk sambut  Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN Ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur  pada Mei 2023. Hal tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran penerbangan, mulai dari kedatangan sampai kepulangan para delegasi dan tamu negara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke Bandara Komodo. Beberapa skema dukungan operasional akan dilakukan agar pelaksanaan penerbangan nantinya berjalan dengan lancar.

Kristi mengatakan, saat ini Bandara Komodo memiliki panjang runway 2.650 dan lebar 45 meter yang dapat melayani pesawat tipe A320 dan B738. Luas apron Bandara Komodo mencapai 31.000 m2 untuk 7 parking stand dengan rincian 4 pesawat narrow body dan 3 pesawat propeller. 

Tak hanya itu, Bandara tersebut juga memiliki terminal penumpang seluas 13.366 m2 yang dapat memuat penumpang hingga 1.100.000 per tahunnya.

"Sebagai upaya antisipasi, kami akan menyiapkan bandara alternatif terdekat dengan Bandara Komodo sebagai tempat parkir pesawat para delegasi, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Lombok Praya, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar dan Bandara El Tari di Kupang," ujar Kristi dalam keterangan tertulis, Senin malam (23/1).

Selain beberapa fasilitas yang sudah disebutkan diatas, sejumlah fasilitas pendukung lainnya juga tengah disiapkan untuk mendukung kegiatan KTT ASEAN, yang meliputi fasilitas pemeriksaan Custom, Immigration and Quarantine atau CIQ dan fasilitas helipad untuk medical evacuation.

Selain itu, Kristi juga memerintahkan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali untuk melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pihak terkait. Hal itu dilakukan agar memastikan kelengkapan sarana dan prasarana di Bandara Komodo sehingga bisa mendukung penuh gelaran KTT ASEAN.

"Suksesnya gelaran KTT ASEAN nanti tentunya tidak terlepas dari keterlibatan seluruh pihak. Saya berharap kita dapat membawa nama baik Indonesia di mata internasional dan memperkenalkan wisata di Labuan Bajo agar lebih terkenal sebagai destinasi wisata menarik lainnya selain Bali." ujarnya.

Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur akan berstatus sebagai bandara internasional per Juni 2020. Kapasitas bandara yang dikelola oleh konsorsium Cardig Aero Service dan Changi Airport International ini akan mencapai 4 juta penumpang per tahun pada 2024.

Kapasitas Bandara Komodo tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan target 2020 sebesar 2 juta penumpang.

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait