PUPR Siapkan 31 Proyek KPBU Rp 212 Triliun pada 2023, Ini Rinciannya

Nadya Zahira
26 Januari 2023, 13:14
Foto udara jalan penghubung Kendari-Toronipa Konawe, di Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (19/12/2022).
ANTARA FOTO/Jojon/tom.
Foto udara jalan penghubung Kendari-Toronipa Konawe, di Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (19/12/2022).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menyiapkan 31 proyek melalui  skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU pada 2023. Total proyek tersebut senilai Rp 212,52 triliun.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur atau DJPI Herry Trisaputra Zuna mengatakan, inovasi pembiayaan pembangunan infrastruktur perlu dilakukan untuk mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Dia memprediksi kemampuan APBN 2020-2024 hanya mampu memenuhi 30% atau sekitar Rp 623 triliun dari total kebutuhan anggaran penyediaan infrastruktur.

Hal itu menyebabkan selisih pendanaan atau funding gap yang harus dipenuhi. Pada tahun anggaran 2022, DJPI telah mengerjakan 27 proyek KPBU senilai Rp 269,78 triliun dalam tahap penyiapan dan 7 proyek KPBU senilai Rp68,96 triliun dalam tahap transaksi. 

“Pada tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR melalui DJPI menargetkan 14 proyek KPBU senilai Rp73,93 triliun dalam Tahap Penyiapan dan 17 proyek KPBU senilai Rp138,41 triliun dalam Tahap Transaksi,” ujar Herry melalui keterangan resminya, yang dikutip pada Kamis, (26/1).

Adapun rinciannya yaitu pada tahap penyiapan, terdiri dari 3 proyek SDA senilai Rp 20,74 triliun, lalu empat proyek Jalan dan Jembatan senilai Rp 34,55 triliun, enam proyek permukiman senilai Rp17,91 triliun, serta terdapat satu proyek Perumahan senilai Rp 730 miliar.

Kemudian, pada Tahap Transaksi terdiri dari lima proyek SDA senilai Rp11,72 triliun, dua proyek jalan dan jembatan senilai Rp 70,44 triliun, empat proyek permukiman senilai Rp13,22 triliun, dan enam proyek perumahan senilai Rp 43,21 triliun.

Adapun realisasi keuangan pada tahun anggaran 2022 mencapai 85,31% dengan realisasi fisik sebesar 85,94%. Sementara porsi DJPI pada Pagu Anggaran 2023 sebesar Rp 165,9 miliar.

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar Rp598,2 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2023. Nilai defisit ini porsinya mencapai 2,85% terhadap produk domestik bruto.

 

 

 

Advertisement

 

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait