Alasan Mark Zuckerberg Terlempar dari Daftar 10 Orang Terkaya Dunia

Tia Dwitiani Komalasari
12 Desember 2022, 11:08
Mark Zuckerberg
Chris Ratcliffe/PA Wire/dpa
Mark Zuckerberg

CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, telah dihapus dari daftar 10 orang Amerika terkaya untuk pertama kalinya sejak 2015. Mark menempati urutan pertama di antara miliarder yang kehilangan miliaran Dolar AS tahun ini.

Zuckerberg terus kehilangan hartanya setelah Meta melakukan rebranding pada Oktober 2021. Kekayaan Zuckerberg sangat berkaitan dengan kinerja Meta Platforms di mana dia memiliki lebih dari 350 juta saham di perusahaan tersebut.

Forbes melaporkan bahwa harga saham Meta telah turun 57% yang menyebabkan Zuckerberg mengalami kerugian besar sebesar US$ 87,3 miliar atau Rp 1.365 triliun.

Dampak Mataverse

Selama bertahun-tahun, Meta telah berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berharga di dunia. Meta memiliki benteng yang kuat di ekosistem media, dengan Facebook, Instagram, dan WhatsApp,

Namun, banyak hal mulai berubah dengan popularitas TikTok. Meta melihat pengguna aktif hariannya menurun untuk pertama kalinya dalam 18 tahun.

Meta bahkan memberhentikan lebih dari 11.000 karyawan pada awal November. jumlah tersebut sekitar 13% dari total karyawan. Perusahaan juga memberlakukan pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama tahun 2023.

PHK sebagian besar akan berasal dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, sementara divisi metaverse akan mengalami lebih sedikit pemotongan.

Untuk saat ini, Facebook, Instagram, dan WhatsApp masih menguntungkan. Manajemen mereka stabil dan menghindari risiko. 

Namun demikian,  Zuckerberg tetap berpegang teguh untuk megembangkan Metaverse yang merugi miliaran dolar AS. Dia bahkan  memperkirakan akan kehilangan lebih banyak uang pada 2023.

Belum ada target dan kepastian kapan proyek Metavers akan menghasilkan keuntungan. Hal ini menimbulkan skeptisme terhadap keberlangsungan usaha Meta.

 

 

 

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait