Rupiah Perkasa Imbas Pernyataan The Fed Akan Perlambat Kenaikan Bunga

Rupiah menguat signifikan pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Abdul Azis Said
1 Desember 2022, 09:45
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Jumat (5/11/2021).
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Nilai tukar rupiah dibuka menguat signifikan hingga 124 poin ke level Rp 15.608 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Penguatan terimbas komentar dovish Gubernur bank sentral AS, The Fed, semalam yang memastikan akan mulai memperlambat kenaikan suku bunganya mulai bulan depan.

Mengutip Bloomberg, rupiah berbalik melemah tipis dari posisi pembukaan ke area Rp 15.621 pada pukul 09.20 WIB. Meski demikian ini tetap masih jauh dari posisi penutupan kemarin di Rp 15.732 per dolar AS.

Mata uang Asia kompak menguat terhadap dolar AS pagi ini. Pengutan terlihat pada won Korea Selatan 1,07%; yen Jepang 0,8%; dolar Taiwan 0,46%; peso FIlipina 0,38%; rupee India 0,36%; ringgit Malaysia 0,66%; yuan Cina 0,25%; baht Thaialnd 0,13%; dolar Singapura 0,18%; dan dolar hongkong 0,11%.

Analis PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra, memperkirakan rupiah akan menguat hari ini setelah mendapat dorongan positif dari pidato dovish Gubernur The Fed Jerome Powell semalam. Rupiah diperkirakan menguat ke arah Rp 15.680, dengan potensi support di kisaran Rp 15.750 per dolar AS.

Mengutip CNBC Internasional, Powell dalam pidatonya di Brookings Institution menegaskan bahwa pihaknya melihat kemungkinan mulai memperlambat kenaikan suku bunga setelah serangkaian kenaikan bunga agresif 75 bps dalam empat pertemuan beruntun. 

Meski demikian, Powell juga kembali menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk membawa inflasi turun hingga 2%. Ini mengindikasikan kenaikan kemungkinan masih berlanjut sekalipun tidak akan seagresif sebelumnya.

Pejabat The fed dijadwalkan kembali bertemu pada pertengahan bulan depan. Sebagian besar pasar memprediksi bahwa suku bunga kemungkinan naik 50 bps di pertemuan mendatang.

"Pelaku pasar merespon ini dengan masuk ke aset berisiko untuk memanfaatkan peluang," kata Ariston dalam risetnya, Kamis (1/12).

Di sisi lain, Ariston juga menyebut pasar masih mewaspadai kebutuhan dolar AS dalam negeri yang biasanya tinggi di akhir tahun untuk keperluan korporasi. Hal ini bisa memberikan tekanan ke rupiah.

Senada, analis DCFX Lukman Leong juga melihat sentimen dovish The Fed semalam akan mengungkit rupiah hari ini. Ia memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp 15.600-Rp 15.700 per dolar AS.

Bank Indonesia menutup transaksi nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 15.742 per dolar Amerika Serikat (AS) saat perdagangan Rabu, 30 November 2022. Nilai tersebut melemah lima poin atau 0,0% dari perdagangan hari sebelumnya.

Reporter: Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait