IHSG Diprediksi Melemah Lagi, Berikut Saham Rekomendasi Analis

Analis memperkirakan pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.598 hingga 6.854.
Patricia Yashinta Desy Abigail
6 Januari 2023, 06:37
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/12/2022). Pada penutupan perdagangan saham di akhir tahun 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,45 poin atau minus 0,14 persen ke level 6
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/12/2022). Pada penutupan perdagangan saham di akhir tahun 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,45 poin atau minus 0,14 persen ke level 6.850,61.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (6/1). Analis memperkirakan pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.598 hingga 6.854.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, mengatakan pergerakan IHSG terlihat sedang menguji support level terdekat, sedangkan gelombang tekanan terlihat belum akan berakhir. Namun, mengingat masih stabilnya kondisi perekonomian Indonesia maka peluang teknikal rebound atau naik masih terbuka lebar.

"Selain itu sentimen dari masih terjadinya capital outflow yang tercatat secara year to date juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG," katanya dalam riset, Kamis malam (5/1).

Adapun, rekomendasi saham-sahamnya yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesiaa Tbk (UNVR), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Lalu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR), serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengatakan bahwa level support IHSG diprediksi akan berada di di 6.560, 6.510 dan 6.358. Sedangkan level resistance berada di 6,700, 6.800 dan 6.908.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan buy on weakness pada saham PT Merdeka Copper Tbk (MDKA) dengan rentang harga 4.000-4.100. Lalu, hold or accumulative buy pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan rentang harga 1.460-1.500.

Rekomendasi lainnya untuk speculative buy pada saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan rentang harga 3.300-3.350. Selanjutnya, buy on weakness sebagian pada saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan rentang harga 2.000-2.070. Terakhir hold or buy on weakness sebagian pada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan rentang harga 4.530-4.560.

Indeks Harga Saham Gabungan kembali ditutup melemah 2,34% ke level 6.653 pada penutupan perdagangan Kamis (5/1).  Pelemahan itu membawa IHSG ke level terendah barunya dalam enam bulan. Adapun, IHSG tercatat ada di level 6.651 pada 15 Juli 2021.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia atau BEI menunjukkan nilai transaksi saham hari tersebut mencapai Rp 14,2 triliun dengan volume perdagangan 23,16 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 1.305.327 juta kali.


Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait