Pakar IPB: AWR Membantu Penyuluhan Pertanian

AWR membuat penyuluh pertanian efektif dalam memberdayakan petani meningkatkan hasil produksi pertanian di masing masing kecamatan di Indonesia.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
11 Februari 2020, 22:41
Kementan Luncurkan AWR
Katadata

Pakar IPB: AWR  Membantu Penyuluhan Pertanian

 

Pakar penyuluhan pertanian dari Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB,  Prof Sumardjo mengatakan keberadaan Agricultural War Room (AWR) merupakan jawaban bagi penyuluhan pertanian. AWR membuat penyuluh pertanian efektif dalam memberdayakan petani meningkatkan hasil produksi pertanian di masing masing kecamatan di Indonesia.

Kementan
Kementan (Katadata)
 



 

AWR yang dikontrol langsung oleh Kementerian Pertanian di Jakarta, terhubung langsung dengan Kostratani yang ada di tiap kecamatan, juga kostrada di kabupaten kota dan Kostrawil di Provinsi.  Kostratani merupakan program pembangunan pertanian berbasis teknologi informasi dalam rangka meningkatkan produktifitas dan pendapatan yang bermuara pada kesejahteraan petani.

Kantor Kostratani atau Komando Strategis Pembangunan Pertanian dikelola secara modern dengan memanfaatkan fasilitas  teknologi informasi untuk memetakan potensi,  permasalahan dan mendata pertanian sampai  level lapangan di kecamatan.

 

Guru Besar Penyuluhan IPB itu mangatakan akurasi dan akuntabilitas data aktual pertanian, baik pangan maupun nonpangan perlu untuk menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dan efektif. 

 “Selain itu potensi dan permasalahan pembangunan pertanian perlu dipantau dan digerakkan melalui informasi yang akurat, secara lebih efisien. Hal ini jawabannya adalah melalui  AWR,” tambahnya.

 

Pada sisi lain,  sambung Prof Sumardjo, jumlah dan kualitas penyuluh pertanian juga perlu ditambah dan ditingkatkan.  “Sumber Daya Manusia (SDM) Penyuluh Pertanian perlu ditingkatkan terutama kualitas dan kapasitasnya dalam memberdayakan petani dan kelembagaan petani,” paparnya.

 

Keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah sehingga membatasi kemampuannya dalam rekrutmen penyuluh pertanian Aparat Sipil Negara (ASN), menurutnya bisa ditutup dengan menghadirkan  penyuluh swadaya dan penyuluh swasta. “Kehadiran Penyuluh swadaya dan penyuluh swasta bisa untuk mengatasi keterbatasan jumlah penyuluh,” tambahnya. Menurutnya anggaran penyuluhan yang memadai dan efektif sangat dibutuhkan, namun dengan menghindari penyimpangan dalam realisasi di tingkat daerah.

Reporter: Tim Publikasi Katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait