PGN Perluas Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan fundamental perusahaan akan tetap solid di tengah kondisi bisnis yang sangat dinamis dewasa ini.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
6 Februari 2020, 10:57
Infrastruktur Gas
Katadata

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan fundamental perusahaan akan tetap solid di tengah kondisi bisnis yang sangat dinamis dewasa ini. Sebagai pionir pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan  gas bumi, pada 2020 ini PGN akan membangun berbagai infrastruktur, termasuk  jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang lebih dari 450 km. Pembangunan dilakukan di beberapa sentra ekonomi baru di Sumatera dan Jawa. Sebagai subholding gas, PGN juga sudah mengelola lini bisnis LNG dari Pertamina, sehingga kepastian pasokan gas ke pelanggan lebih terjamin.

Infrastruktur Gas
 

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, PGN akan terus mengoptimalkan infrastruktur gas eksisting dan membangun infrastruktur baru untuk dapat melayani sebanyak mungkin pelanggan, baik rumah tangga, UMKM, korporasi, transportasi, kelistrikan, dan BUMN lainnya. "Strategi ini merupakan upaya PGN untuk memperkuat fundamental bisnis agar tumbuh berkelanjutan dalam jangka panjang. Terlebih lagi mayoritas cadangan migas di dalam negeri didominasi oleh gas bumi," jelas Gigih Prakoso di Jakarta, Rabu (5/2). 

Saat ini PGN telah membangun dan mengelola lebih dari 10 ribu km jaringan pipa distribusi dan tranmisi gas nasional. Jumlah itu setara dengan 96 persen infrastruktur gas bumi di Indonesia. Sampai akhir 2019, PGN telah menyalurkan gas bumi melalui jaringan distribusi sebanyak 988 BBTUD dan transmisi sebesar 2.045 MMSCFD.

Gigih menyampaikan dinamika harga gas yang kini berkembang  menjadi salah satu tantangan bagi bisnis PGN. “Sebagai bagian dari BUMN migas dan aset nasional, kami berkeyakinan bahwa pemerintah akan mengambil solusi terbaik untuk memastikan pembangunan infrastruktur gas bumi dapat terus meluas ke berbagai sumber pertumbuhan ekonomi di wilayah baru," ungkap Gigih.

Sementara Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengungkapkan rencana penyesuaian harga gas untuk sektor industri tertentu sebesar USD 6. “PGN bersama stakeholder terkait sedang mengkaji efek penyesuaian harga gas terhadap aspek komersial bisnis, kinerja perseroan, keberlanjutan bisnis gas bumi, pengembangan infrastruktur, dan menjalankan penugasan pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya tingkat keekonomian infrastruktur gas bumi di setiap daerah berbeda-beda, karena sumber gas dan harganya berlainan. Itu sebab, penetapan harga gas juga harus dapat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dapat terus dilakukan mengingat masih banyak rumah tangga, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM,) transportasi, dan sektor industri yang belum terjangkau gas bumi.

Infrastruktur Gas
 

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menambahkan gas bumi terbukti menjadi sumber energi yang mampu memberikan efek berganda sangat besar ke berbagai sektor pelanggan. Tingkat efisiensi yang dihasilkan juga mendorong daya saing ekonomi nasional menjadi lebih baik. Dalam enam tahun terakhir, pelanggan PGN dari berbagai segmen tumbuh, dari sekitar 88 ribu pelanggan menjadi lebih dari 360 ribu pelanggan. Di sektor industri, berkat peningkatan jumlah pelanggan gas bumi, sejak 2013 biaya energi industri bisa dihemat sebesar Rp 36 triliun dibandingkan menggunakan BBM.

Di sektor kelistrikan, penggunaan gas bumi pada pembangkit listrik mampu menghemat biaya energi sebesar Rp 23 triliun ketimbang memakai BBM. Berkat efisiensi sumber energi ini, tarif listrik kepada masyarakat dan sektor usaha juga semakin kompetitif. 

"Pembangunan berbagai infrastruktur gas bumi juga mendukung penggunaan material hasil produksi industri dalam negeri sebesar Rp 22 triliun. Efek berganda ke berbagai sektor ekonomi inilah yang menjadi salah satu komitmen PGN untuk terus membangun infrastruktur gas bumi," tutup Rachmat.

Reporter: Tim Publikasi Katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait