Men's Clinic, Solusi Masalah Laki-laki Dewasa

Usia antara 40 sampai dengan 80 tahun, laki-laki mengalami sindrom klinis yang mirip dengan menopause pada perempuan, yang disebut andropause.
Image title
Diproduksi oleh Tim Publikasi Katadata
8 November 2019, 11:08
Ultimo
Ultimo Clinic

Usia antara 40 sampai dengan 80 tahun, laki-laki mengalami sindrom klinis yang mirip dengan menopause pada perempuan, yang disebut andropause. Tidak ada gejala klinis yang nyata pada masa transisi ini.

Andropause, seperti pada menopause, ditandai dengan penurunan jumlah hormon. Perubahan tubuh terjadi secara bertahap dan disertai perubahan sikap dan suasana hati, cepat lelah, kehilangan vitalitas, penurunan gairah seks, dan penurunan aktivitas fisik. Studi klinis menunjukkan terjadi penurunan hormon testosterone yang berkontribusi terhadap risiko kesehatan seperti penyakit jantung dan berkurangnya kekuatan tulang.

Tidak seperti menopause, yang umumnya terjadi pada perempuan usia 40 hingga 50 tahun, masa trassisi pada laki-laki jauh lebih bertahap dan terjadi selama beberapa waktu. Perilaku, stres psikologis, alkohol, cedera atau operasi, pengobatan, obesitas, dan infeksi adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi masa transisi tersebut. Andropause tidak terdiagnosa selama bertahun-tahun karena gejala yang tidak jelas dan bervariasi pada setiap individu.

Pengecekan darah unterdiagnosais andropause dapat dilakukan di Ultimo Men’s Clinic @ultimomensclinic. Gangguan fungsi seksual menjadi hal menakutkan bagi laki-laki dewasa. Begitu pula dengan problem disfungsi ereksi (DE) yang kian meningkat. DE adalah penyakit yang dialami oleh laki-laki yang ditandai dengan gejala ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan ereksi. Jika sudah mengalami masalah ini akan berimbas ke banyak hal, bahkan bisa menurunkan produktivitas kerja. Secara umum, disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor psikologis (psikogenik) dan faktor gangguan pada jaringan erektil (organik) yang dapat disebabkan oleh penyakit kencing manis, darah tinggi, saraf, serta gaya hidup yang tidak sehat.

Dalam penanganan masalah DE akibat faktor organik, dapat menimbulkan ereksi dengan hanya memanfaatkan jaringan yang masih sehat. Namun pilihan terapi yang ditawarkan di klinik, berbeda karena juga dapat memperbaiki jaringan erektil (corpora cavernosa) yang rusak.

Ultimo Clinic (https://ultimoclinic.com/cherry-services/mens-clinic/) menawarkan terapi dengan menggunakan low intensity shock wave therapy. Terapi ini menggunakan gelombang suara dan dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi) pada penis. Selain memperbaiki jaringan pada penis yang rusak, terapi ini tidak ada efek sampingnya.

Sistem terapi ini memerlukan empat sesi pertemuan yang dilakukan seminggu sekali. Setiap pertemuan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Pada terapi ini, alat khusus yang menyalurkan gelombang suara akan ditempel pada beberapa titik di bagian penis pasien. Terapi ini tidak ada efek samping, jadi dapat diulang setiap enam bulan (dianjurkan terlebih dahulu untuk konsultasi dengan dokter).

Penulis: Tim Publikasi Katadata

Video Pilihan

Artikel Terkait