PermataBank Gelar Forum Perempuan Pencipta Perubahan

PermataBank menghelat Unite for Education Forum (UFE) Sustainability Forum 2019 di Gandaria City Hall, Jakarta pada 7 November.
Image title
Diproduksi oleh Tim Publikasi Katadata
24 Oktober 2019, 21:08
UFE
Katadata

PermataBank, bekerja sama dengan Amartha dan didukung oleh Katadata sebagai mitra pelaksana, menghelat Unite for Education Forum (UFE) Sustainability Forum 2019 di Gandaria City Hall, Jakarta pada 7 November. Program tahunan yang telah memasuki tahun ke 9 ini mengangkat tema “Perempuan Pencipta Perubahan”.


UFE Sustainability Forum diadakan dengan tujuan untuk menghubungkan individu, komunitas, dan organisasi untuk bertemu, berbagi, saling menginspirasi, dan berkolaborasi melalui serangkaian acara bincang-bincang interaktif dan lokakarya tentang literasi keuangan untuk perempuan, kaum muda, dan penyandang disabilitas.

 

UFE Sustainability Forum 2019 akan menghadirkan antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang membidangi Edukasi & Perlindungan Konsumen Sardjito, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, dan Direktur Utama PermataBank Ridha Wirakusumah.

 

Ada pula tokoh inspiratif perempuan, Dayu Daya Permata - Sr. Vice President Go-Jek/Co-Founder Go-Life; Angkie Yudistia, CEO Thisable; dan Zelmira – siswa SMK Kudus yang berprestasi di kancah internasional beserta wakil dari kemenaker. Acara juga akan menampilkan para pelaku ekonomi kreatif dan berkelanjutan, seperti Edward Suhadi dari Ceritera.ID, founder startup Gandeng Tangan, Nara Kreatif, Precious One, Difalink, Pegipegi, Mitra Rencana Edukasi,dan lain-lain.

 

Dalam UFE Sustainability Forum 2019, PermataBank menciptakan program pembangunan berkelanjutan untuk para penerima manfaat, bersama dengan para pemangku kepentingan, antara lain pemerintah, perusahaan, sekolah, siswa, media, individu, wirausahawan, masyarakat, dan kaum pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesetaraan gender, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

 

Tema Perempuan Pencipta Perubahan dipilih mengingat selama tahun 2011 hingga 2015, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan berada jauh di bawah laki-laki, yakni berkisar antara 48 hingga 51%. Sedangkan partisipasi angkatan kerja laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan perempuan, yakni mencapai di kisaran 84%. Selain itu, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, proporsi tenaga kerja perempuan di sektor informal mencakup 70% dari keseluruhan tenaga kerja perempuan. Tingginya peran perempuan di sektor informal dan rendahnya di sektor formal menandakan terbatasnya akses perempuan terhadap peluang pasar tenaga kerja di Indonesia. Padahal, semakin tinggi kontribusi angkatan kerja perempuan, maka pertumbuhan ekonomi akan semakin laju.

 

Tak hanya perempuan, kontribusi kemajuan sebuah bangsa juga bisa didapatkan dari kaum muda lewat pendidikan vokasi. Bank Dunia telah mengadvokasi bahwa penerapan pendidikan vokasi merupakan salah satu metode untuk mengurangi kemiskinan. Namun di Indonesia, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih dipandang sebelah mata sehingga berkontribusi dengan tingginya pengangguran lulusan sekolah kejuruan tersebut.

 

Data Badan Pusat Statistik 2016 menyebutkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK mencapai 11,11%.  Angka ini menempati posisi tertinggi dibanding pekerja lain yang menamatkan pendidikan dari sekolah dasar maupun universitas. Untuk itu UFE Sustainable Forum 2019 juga akan mengulas masalah vokasi. Selain itu, kegiatan ini juga akan memberi ruang bagi para penyandang disabilitas. Menurut penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada akhir 2016, penyandang disabilitas yang memiliki pekerjaan hanya sekitar 51,12%.

 

Sementara penyandang disabilitas diperkirakan mencapai 12,15% dari populasi. Artinya, sekitar 6% dari populasi secara tidak langsung juga tidak bisa memberi dampak positif pada perekonomian Indonesia. Pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebetulnya telah mewajibkan perusahaan memiliki kuota 1-2% untuk pekerja penyandang disabilitas. Namun, tak sedikit perusahaan yang belum menerapkan aturan ini atau tidak memiliki akses menggapai para penyandang disabilitas untuk direkrut sebagai karyawan mereka.

 

Acara terbuka untuk umum, terutama para penyandang disabilitas, mahasiswa, pelajar, kelompok usaha kreatif, dan kelompok perempuan. Untuk informasi lebih lanjut terkait PermataBank kunjungi website kami di http://www.permatabank.com

Penulis: Tim Publikasi Katadata

Video Pilihan

Artikel Terkait