Pertamina Ganti Direksi PT PGN, Suko Hartono jadi Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) yang dilaksanakan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
15 Mei 2020, 21:27
PGN
Katadata

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) yang dilaksanakan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Jumat (15/5), mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun buku 2019, serta memutuskan untuk membagikan deviden tahun buku 2019 sebesar Rp 1.007.477.080.625,76 atau Rp41,56 per lembar saham kepada Pemerintah dan Pemegang Saham.

 

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) pada hari ini, Pertamina selaku pemegang surat kuasa dari Kementerian BUMN atas PT PGN Tbk mengusulkan pemberhentian dengan hormat nama-nama Pengurus Perseroan sebagai berikut :

 

Komisaris : Mas’ud Khamid

Direktur Utama : Gigih Prakoso

Direktur Komersial : Dilo Seno Widagdo

Direktur SDM & Umum : Desima Equalita Siahaan

Mengusulkan untuk mengangkat nama-nama Pengurus Perseroan sebagai berikut:

Komisaris Independen : Paiman Rahardjo

Komisaris : Warih Sadono

Direktur Utama : Suko Hartono

Direktur Komersial : Fariz Azis

Direktur SDM & Umum : Beni Syarif Hidayat

Maka susunan keanggotaan direksi dan dewan komisaris PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi sebagai berikut:

Susunan Komisaris

Komisaris Utama : Arcandra Tahar

Komisaris : Luky Alfirman

Komisaris : Warih Sadono

Komisaris Independen : Paiman Rahardjo

Komisaris Independen : Christian H. Siboro

Komisaris Independen : Kiswodarmawan

 

Susunan Direksi

Direktur Utama : Suko Hartono

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Syahrial Mukhtar

Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Redy Ferryanto

Direktur Komersial : Fariz Azis

Direktur Keuangan : Arie Nobielta Kaban

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum : Beni Syarif Hidayat

 

Komitmen PGN dalam Pengembangan Infrastruktur  Gas Bumi Nasional

PGN berhasil mempertahankan kinerja positif pada tahun 2019, dengan didukung oleh peningkatan kinerja operasional. Karena itu, PGN selaku Subholding Gas terus berkomitmen memperluas utilisasi gas bumi domestik.

 

Saat ini, PGN mempunyai lini bisnis pipanisasi Gas, CNG, dan LNG. PGN hadir melalui produk antara lain sinergi yang menyasar segmen pelanggan industri dan komersial, Gas Kita atau Jargas untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil, Gas Link untuk pengguna CNG atau LNG, serta GasKu yang melayani sektor transportasi yang disalurkan ke pelanggan melalui SPBG.

 

Dari kinerja konsolidasi secara operasional, pada sisi hulu PGN menorehkan catatan lifting minyak dan gas bumi sebesar 28.293 BOEPD, sedangkan pengelolaan bisnis hilir meliputi niaga gas sebesar 990 BBTUD, transmisi gas sebanyak 2.046 MMSCFD, dan bisnis hilir lainnya sebesar 228 BBTUD.

 

Realisasi volume transmisi dpengaruhi oleh penurunan volume Pertagas dan penghentian penyaluran gas oleh PCML melalui pipa Kalimantan Jawa Gas (KJG) pada September 2019. Sementara itu, realisasi lifting lebih rendah dari tahun 2018 karena dipengaruhi oleh berakhirnya dua blok upstream yaitu SES dan Sanga-Sanga. Pada tahun lalu, total aset yang dikelola PGN mencapai USD 7,374 Milyar. Dari sisi pendapatan mencapai USD 3,849 Miliar, dengan EBITDA sebesar USD 1,040 Miliar. Secara konsolidasian, PGN menghasilkan laba operasi sebesar USD 546 Juta, dengan laba bersih sebesar USD 68 Juta.

 

Realisasi Pendapatan atau EBITDA tahun 2019 dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan dari sisi upstream, karena berakhirnya dua blok pada akhir 2018 yaitu Blok Sanga-Sanga dan SES, serta harga ICP dan finance lease akibat berhentinya pengaliran gas melalui pipa Kalimantan Jawa Gas (KJG).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait